LIMBOTO,mediasulutgo.com — Pemerintah Kabupaten Gorontalo menggelar seleksi konsultan dan pendamping Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT-KUMKM) Tahun 2026 di Desa Bulila, Kecamatan Telaga, Selasa (5/5/2026).
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menegaskan bahwa PLUT-KUMKM memiliki peran penting sebagai pusat layanan bagi pelaku usaha, mulai dari konsultasi bisnis, pendampingan, pelatihan, hingga fasilitasi akses pembiayaan dan pemasaran. Ia menekankan bahwa kualitas layanan tersebut sangat bergantung pada kompetensi para pendamping.
“Seleksi ini menjadi pintu masuk untuk memastikan kita mendapatkan SDM terbaik yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan komitmen dalam memberdayakan UMKM,” ujar Sofyan.
Ia menyampaikan lima fokus utama yang harus dijalankan para pendamping, yakni penguatan legalitas usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, standardisasi produksi, akses pembiayaan, serta perluasan pemasaran berbasis digital. Menurutnya, UMKM Gorontalo harus mampu bertransformasi menjadi usaha formal yang mandiri dan berdaya saing hingga tingkat nasional.
“Di era digital saat ini, pendamping harus mampu mendorong pelaku usaha masuk ke marketplace, media sosial hingga e-katalog pemerintah. Produk Gorontalo harus dikenal luas,” tegasnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gorontalo, Arifin Suaib, mengatakan seleksi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat fungsi PLUT-KUMKM sebagai pusat layanan yang efektif dan kredibel.
“Kita tidak sekadar melengkapi struktur, tetapi membangun ekosistem ekonomi yang kuat. Pendamping harus memiliki profesionalitas sekaligus semangat pengabdian,” jelas Arifin.
Ia juga mengungkapkan bahwa PLUT-KUMKM tengah diusulkan menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah agar ke depan lebih terintegrasi dengan kebijakan daerah dan didukung oleh tenaga fungsional pengembang kewirausahaan.
Menurutnya, PLUT-KUMKM diarahkan menjadi pusat solusi, pusat praktik terbaik, dan pusat jejaring usaha bagi pelaku UMKM di Gorontalo.
Sebagai tahap awal, para pendamping akan dihadapkan pada agenda nasional PENAS Petani Nelayan XVII yang dijadwalkan berlangsung pada 20–25 Juni 2026 di Gorontalo.
“Ini momentum pembuktian. Pendamping harus mampu menyiapkan UMKM lokal agar tampil di tingkat nasional,” tandasnya.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo optimistis melalui seleksi ini akan lahir pendamping yang mampu mendorong peningkatan daya saing UMKM serta memperkuat ekonomi daerah berbasis kerakyatan.(**)















