penas

boltara
BOLMUTBOLMONG RAYASULUT

Dari Kartini ke Aksi Nyata, Boltara Tegaskan Lompatan Kinerja

×

Dari Kartini ke Aksi Nyata, Boltara Tegaskan Lompatan Kinerja

Sebarkan artikel ini
Hari kartini

BOLTARA,mediasulutgo.com — Hari Kartini 2026 di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) tak berhenti pada seremoni. Di bawah kepemimpinan Bupati Sirajudin Lasena, momentum ini justru menjadi etalase capaian konkret yang memperlihatkan arah baru pembangunan daerah—lebih terukur, lebih progresif, dan mulai diperhitungkan.

Di hadapan jajaran ASN dan tamu undangan, satu per satu penghargaan tingkat Provinsi Sulawesi Utara diserahkan. Mulai dari pengakuan terhadap TP-PKK sebagai mitra pencegahan stunting, hingga prestasi individu penyuluh KB terbaik. Namun lebih dari sekadar daftar penghargaan, capaian ini menggambarkan kerja sistematis yang berjalan dari hulu ke hilir.

Advertisement
Hari kartini
Scroll kebawah untuk lihat konten

Keberhasilan penyusunan Peta Jalan Kependudukan 2026 menjadi penanda penting. Dokumen ini bukan sekadar administratif, tetapi fondasi arah pembangunan jangka panjang yang menyentuh isu krusial seperti pengendalian penduduk, kualitas keluarga, hingga percepatan penurunan stunting.

Dominasi Boltara dalam ajang pelayanan KB semakin memperkuat narasi tersebut. Raihan juara di berbagai kategori—dari pelayanan pasca persalinan hingga metode kontrasepsi jangka panjang—menunjukkan bahwa program yang dijalankan tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar menjangkau masyarakat.

“Ini bukti bahwa kerja lapangan kita hidup dan bergerak,” ujar Bupati.

Ia menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran perempuan, yang menurutnya telah menjadi pilar utama dalam pembangunan daerah.

“Kalau kita bicara Kartini hari ini, mereka ada di sekitar kita. Bekerja tanpa banyak bicara, tapi hasilnya nyata,” katanya.

Di tengah capaian tersebut, langkah uji coba QRIS yang diperkenalkan dalam kegiatan ini memberi sinyal transformasi. Boltara mulai mendorong sistem pembayaran non-tunai sebagai bagian dari modernisasi layanan publik—sebuah langkah yang tak lagi bisa ditunda di era digital.

Peringatan ini juga menjadi ruang refleksi. Pesan nasional yang dibacakan Bupati menegaskan pentingnya memastikan pembangunan berjalan adil dan inklusif, terutama dalam membuka ruang kesetaraan bagi perempuan.

Sementara itu, penyerahan SK pensiun dan kenaikan pangkat menjadi penutup yang sarat makna. Ada kesinambungan antara dedikasi masa lalu dan capaian hari ini.

Jika ditarik lebih jauh, Hari Kartini di Boltara tahun ini bukan sekadar peringatan historis. Ini adalah titik temu antara simbol perjuangan dan realitas kinerja—di mana nilai-nilai Kartini diterjemahkan menjadi program, kerja nyata, dan hasil yang bisa diukur.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *