penas

boltara
GORONTALOHEADLINESKOTA GORONTALO

Rektor IAIN Gorontalo Tanggapi Hasil Pemilihan Presiden BEM

×

Rektor IAIN Gorontalo Tanggapi Hasil Pemilihan Presiden BEM

Sebarkan artikel ini
Dr. Lahaji Haedar, M.Ag, Rektor IAIN Gorontalo. Foto: Istimewa

GORONTALO, mediasulutgo.comPemilihan Presiden Mahasiswa (Ketua BEM/DEMA) IAIN Gorontalo yang digelar pada Kamis (07/01) kemarin, menuai polemik. Pasalnya, hasil pemilihan tersebut melahirkan dua calon yang mengklaim terpilih secara sah.

Pertama; Panitia Pemilihan Mahasiswa Institut (PPM-I), awalnya menetapkan Moh. Devri Manggo sebagai Presiden Mahasiswa terpilih.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kedua; PPM-I melakukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap hasil pemilihan tersebut dan menetapkan Anggriani Dai sebagai Presiden Mahasiswa terpilih.

Menanggapi hal itu, Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Dr. Lahaji Haedar, M.Ag menegaskan belum mengetahui secara pasti siapa pemenang pesta demokrasi mahasiswanya tersebut.

BACA JUGA  Anggaran Laundry Rumah Dinas Disorot, Pemkab Gorontalo Tegaskan Sesuai Kebutuhan

“Hanya di media sosial saja diisukan bahwa saya mengetahui dan mendukung salah satu calon Ketua BEM. Itu tidak benar,” kata Lahaji kepada Media Sulutgo lewat telepon seluler, Jumat (08/01) malam.

Ia mengungkapkan sampai saat ini belum ada laporan resmi dari Panitia terkait hasil pesta demokrasi masiswanya itu.

“Saya menunggu hasil laporan Panitia,” tutur Rektor IAIN Gorontalo ini.

BACA JUGA  Pemkab Gorontalo Luncurkan SPSB 2026, Bupati Tegas Tolak Titipan dan Pungli
Herianto Zain, Ketua PPM-I IAIN Gorontalo. Foto: Istimewa

Selain itu, Ketua PPM-I menjelaskan 10 anggota Senat Mahasiswa (SEMA) yang memilih Anggriani Dai, mendokumentasikan surat suara mereka.

“Usai meminta petunjuk kepada Warek III sambil menunjukan bukti gugatan, kami meninjau kembali dan membatalkan hasil pemilihan sebelumnya,” kata Heri.

Menurut Ketua PPM-I ini, ada kecurangan di internal anggotanya. “Saya undang semua anggota yang totalnya lima orang, tiga diantaranya lari. Padahal kami menunggu mereka selama dua jam,” tutur Heri. (Yusran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *