JAKARTA,mediasulutgo.com — Nilai tukar rupiah kembali melemah dan bergerak menembus kisaran Rp17.700 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (19/5). Pelemahan ini memperpanjang tekanan yang sudah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir di tengah kuatnya posisi dolar AS di pasar global.
Pada pagi hari, rupiah tercatat berada di level sekitar Rp17.705, lebih lemah dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.680. Pergerakan ini menunjukkan pasar masih berada dalam fase sensitif terhadap sentimen eksternal, terutama arah kebijakan suku bunga di Amerika Serikat serta dinamika arus modal global.
Penguatan dolar AS menjadi faktor utama yang menekan rupiah. Investor cenderung kembali ke aset safe haven di tengah ketidakpastian global, sehingga mata uang negara berkembang ikut tertekan. Kondisi ini membuat rupiah belum mampu keluar dari tekanan jangka pendek.
Seorang analis pasar menilai bahwa pelemahan rupiah saat ini lebih banyak dipicu faktor eksternal ketimbang domestik. “Dolar AS masih menjadi pusat kekuatan pasar global. Selama ekspektasi suku bunga tinggi belum berubah, tekanan terhadap rupiah cenderung bertahan,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar diperkirakan masih akan berhati-hati dalam waktu dekat. Pergerakan rupiah diprediksi tetap fluktuatif mengikuti arah dolar AS dan sentimen global yang belum stabil.(*)















