MANADO,mediasulutgo.com — Kebakaran besar yang melanda Mega Mall Manado pada Sabtu malam, 16 Mei 2026, meninggalkan dampak besar bagi aktivitas ekonomi di Kota Manado.
Pusat perbelanjaan yang selama ini menjadi salah satu ikon kawasan Boulevard itu dipastikan belum bisa kembali beroperasi setelah insiden kebakaran yang menewaskan satu orang karyawan.
Penutupan Mega Mall langsung memicu perhatian publik karena ratusan tenant, pekerja toko, hingga pelaku usaha kini berada dalam ketidakpastian.
Pemilik Mega Mall Manado, Amelia Tungka, mengungkap kondisi gedung pascakebakaran masih belum memungkinkan untuk dibuka kembali dalam waktu dekat.
Kebakaran yang berlangsung lebih dari dua jam itu sebelumnya membuat suasana Boulevard mencekam setelah asap tebal membumbung dari dalam gedung dan warga berkerumun di sekitar lokasi.
Di tengah situasi darurat tersebut, sejumlah staf engineering disebut sempat berusaha memadamkan api sebelum kobaran membesar.
“Lima staf engineering kami ke atas, bertahan di atas karena mereka mau tembus untuk ke kantor kami,” ujar Amelia.
Namun upaya penyelamatan itu berujung duka setelah satu orang staf Mega Mall dilaporkan meninggal dunia.
“Sangat sedih, salah satu dari staf kami juga ada yang meninggal. Dan memang tidak ada yang harapkan hal tersebut, musibah datang bisa kapan saja,” katanya.
Kini perhatian publik tidak hanya tertuju pada penyebab kebakaran, tetapi juga dampak besar yang ditinggalkan terhadap aktivitas bisnis di pusat Kota Manado.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, sementara operasional Mega Mall Manado dipastikan masih lumpuh total pascakejadian tersebut.(**)















