penas

boltara
HEADLINESBOLMONGBOLMONG RAYAHUKRIMSULUT

Jaksa Masuk Sekolah, SMKN 2 Dumoga Ikuti Penyuluhan Hukum Sebagai Langkah Pertama Kenali Hukum, Jauhkan Hukuman

×

Jaksa Masuk Sekolah, SMKN 2 Dumoga Ikuti Penyuluhan Hukum Sebagai Langkah Pertama Kenali Hukum, Jauhkan Hukuman

Sebarkan artikel ini

BOLMONG|mediasulutgo.com -Guna meningkatkan kesadaran hukum kepada warga negara khususnya para pelajar, Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu di Dumoga (Cabjari) melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah meliputi kegiatan Penerangan dan Penyuluhan Hukum, di SMK Negeri 2 Dumoga, Senin (02/03/26)

 

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kegiatan ini dihadiri Kasubdit Intel Cabjari Dumoga Elvano C. Sinolang SH dan jajaran Staf, Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Dumoga dan para guru, pembina OSIS dan para Siswa.

 

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu di Dumoga Prima Poluakan SH, melalui Kasubdit Intel Elvano C. Sinolang

BACA JUGA  May Day 2026, Aliansi Jurnalis Boltara Polisikan Dugaan Penghalangan Pers

menjelaskan Jaksa Masuk Sekolah dilakukan untuk memperkaya khasanah pengetahuan siswa terhadap hukum dan perundang-undangan serta menciptakan generasi baru taat hukum.

 

“kami telah melaksanakan kegiatan Jaksa Masuk Sekolah sebanyak dua kali, yaitu SMA Budi Luhur Kembang Mertha dan di SMK N 2 Dumoga. Hal ini untuk membangun kesadaran hukum bagi pelajar di Dumoga Raya,” ungkapnya.

 

Ia menjelaskan, Kejaksaan merupakan lembaga pemerintah yang menjalankan tugas sebagai penegakan hukum sehingga pihaknya punya tanggung jawab moril memberi pemahaman hukum kepada generasi muda.

BACA JUGA  May Day 2026, Aliansi Jurnalis Boltara Polisikan Dugaan Penghalangan Pers

 

Dalam pemaparannya, ia menyampaikan terkait kenakalan remaja yang berdampak hukum, dampak negatif narkotika, kriminalitas oleh anak seperti penggunaan senjata tajam, pencurian, tindakan kekerasan, pencabulan, penganiayaan, maupun cyber bullying.

 

Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah itu mendapat antusias dari pihak sekolah, baik itu dari siswa maupun dari para guru dengan melakukan interaksi tanya jawab. Vijay Karundeng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *