BOLTARA,mediasulutgo.com — Aksi penghalangan terhadap wartawan kembali terjadi di Bolaang Mongondow Utara (Boltara) dan langsung menyulut kecaman. Belasan jurnalis dicegat saat hendak meliput peletakan batu pertama pembangunan Gedung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di RSUD Boltara, Senin (27/04/2026).
Insiden ini menjadi sorotan karena terjadi dalam kegiatan resmi pemerintah yang seharusnya terbuka bagi publik, terlebih berkaitan dengan proyek pembangunan fasilitas kesehatan.
Sekretaris PWI Boltara, Chandriawan Datuela, mengungkapkan bahwa dirinya bersama sejumlah wartawan datang untuk menjalankan tugas jurnalistik, namun justru tidak diizinkan masuk ke lokasi acara tanpa penjelasan yang jelas.
“Kami datang untuk meliput kegiatan peletakan batu pertama oleh Bupati Boltara. Tapi justru dicegat dan tidak diberi akses masuk. Ini sangat janggal,” tegasnya di lokasi.
Ia menilai tindakan tersebut tidak hanya menghambat kerja pers, tetapi juga mencederai prinsip transparansi dalam pelaksanaan proyek pemerintah.
“Kalau kegiatan ini terbuka dan tidak ada yang ditutup-tutupi, mengapa wartawan harus dihalangi? Ini patut dipertanyakan,” tambahnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, penghalangan diduga dilakukan oleh pihak keamanan dari perusahaan pelaksana proyek yang tengah mengerjakan pembangunan PHTC RSUD Boltara. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait mengenai alasan pembatasan akses tersebut.
Insiden ini memperkuat kecaman terhadap praktik pembatasan kerja jurnalistik di daerah. Selain dinilai bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik, kejadian ini juga memunculkan kekhawatiran terhadap minimnya transparansi dalam proyek-proyek strategis pemerintah yang seharusnya dapat diawasi secara terbuka oleh masyarakat.(*)















