BOLTARA,mediasulutgo.com — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Boroko Kaidipang membantah adanya dugaan makanan basi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi sorotan setelah muncul keluhan dari sejumlah sekolah.
Kepala SPPG Boroko Kaidipang, Curvy Runtuwene, menegaskan pihaknya langsung melakukan pengecekan setelah menerima laporan terkait kondisi makanan yang dipersoalkan oleh pihak sekolah.
Menurutnya, langkah penarikan paket MBG yang dilakukan bukan karena makanan terbukti basi, melainkan sebagai tindakan kehati-hatian untuk memastikan keamanan makanan bagi para penerima manfaat.
“Kami langsung melakukan pemeriksaan dan uji rasa terhadap menu yang dilaporkan. Namun sebagai langkah kehati-hatian, seluruh paket MBG untuk hari itu tetap kami tarik dan distribusi dihentikan sementara,” ujar Runtuwene.
Ia menjelaskan, pemeriksaan awal juga melibatkan Dinas Kesehatan Boltara bersama ahli gizi untuk mengevaluasi kualitas makanan yang diproduksi di dapur SPPG.
“Hasil pemeriksaan awal melalui uji organoleptik oleh ahli gizi tidak menemukan adanya reaksi gatal ataupun indikasi lain yang menunjukkan makanan tersebut bermasalah,” katanya.
Runtuwene menegaskan pihaknya tetap menghormati laporan dari sekolah dan masyarakat. Menurutnya, setiap masukan terkait kualitas makanan MBG menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan.
Sebelumnya, sejumlah siswa SDN 13 Kaidipang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG. Pihak sekolah juga menyampaikan kekhawatiran terkait kondisi makanan yang diterima siswa.
Selain itu, SMKN 1 Kaidipang juga sempat menghentikan sementara penerimaan MBG setelah pihak sekolah menerima informasi dari petugas terkait kondisi makanan yang harus diperiksa kembali.
SPPG Boroko Kaidipang memastikan evaluasi terus dilakukan agar program MBG dapat berjalan dengan baik dan tetap memenuhi standar keamanan pangan bagi siswa.(**)















