JAKARTA,mediasulutgo.com – Lagu viral “MBG Mas Bahlil Ganteng” terus menggema di media sosial dan menjadi bahan perbincangan warganet di berbagai platform. Mulai dari TikTok hingga Instagram, ribuan konten menggunakan lagu tersebut sebagai latar video, membuat nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, kembali menjadi sorotan publik.
Di tengah ramainya fenomena tersebut, respons Bahlil justru menarik perhatian. Alih-alih tersinggung atau merasa terganggu, ia mengaku penasaran dengan sosok pencipta lagu yang mendadak viral itu.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam video yang diunggah Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad. Dalam perbincangan santai itu, Bahlil bahkan menyatakan keinginannya untuk bertemu langsung dengan pembuat lagu tersebut.
“Kalau itu, asli penasaran. Saya akan minta tolong untuk mengundang yang bersangkutan kalau berkenan,” kata Bahlil.
Tak hanya ingin bertemu, Bahlil mengaku ingin mengobrol santai sambil makan bersama sang pencipta lagu. Ia bahkan menceritakan bagaimana lagu tersebut sudah sampai ke lingkungan keluarganya.
“Karena penasaran juga saya. Saya lagi ibadah umroh, tapi setiap pagi bangun anak saya saja ketawain saya,” ujarnya sambil tertawa.
Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” semakin meluas setelah banyak kreator konten memanfaatkannya untuk berbagai video hiburan. Bahkan putra Raffi Ahmad, Rafathar, disebut ikut mendengarkan lagu yang tengah viral tersebut.
Meski menjadi objek dalam lagu yang ramai diperbincangkan, Bahlil memilih melihatnya sebagai bentuk kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda yang aktif di media sosial.
“Saya menghargai kreativitas orang-orang, anak muda sekarang. Cuma satu saja saran saya, di era demokrasi media sosial ini penting, namun kalau boleh juga kita gunakan dengan terukur. Jangan sampai masuk isu SARA,” katanya.
Menurut Bahlil, kebebasan berekspresi harus tetap dijaga dalam koridor yang sehat dan tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa kreativitas perlu didukung selama tidak melanggar batas-batas yang dapat merusak persatuan.
Sebagai pejabat publik, Bahlil mengaku memahami bahwa dirinya tidak bisa lepas dari sorotan maupun berbagai bentuk ekspresi masyarakat di ruang digital.
“Risiko jadi pejabat publik harus menerima semuanya jika viral,” pungkasnya.
Viralnya lagu “Mas Bahlil Ganteng” menunjukkan kuatnya pengaruh media sosial dalam membentuk tren dan percakapan publik. Di balik gelombang konten yang terus bermunculan, respons santai Bahlil justru menjadi perhatian tersendiri dan memicu beragam reaksi positif dari warganet.(*)













