BOLTARA,mediasulutgo.com — Pergantian pucuk pimpinan DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) resmi memasuki tahapan penting. Usai rapat paripurna pemberhentian Ketua DPRD dan pengumuman calon pengganti, perhatian kini tertuju pada proses penetapan pimpinan baru melalui keputusan Gubernur Sulawesi Utara.
Bupati Boltara Sirajudin Lasena menegaskan, perubahan di kursi pimpinan DPRD tersebut merupakan bagian dari mekanisme internal partai politik yang kemudian diproses melalui lembaga legislatif sesuai aturan yang berlaku.
“Itu kan mekanisme yang telah diatur di internal partai. Jadi mekanisme berputar di partai, kemudian hasil keputusan partai disampaikan di DPRD melalui Sekretaris Dewan untuk diproses di sini,” ujar Sirajudin usai rapat paripurna DPRD Boltara, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, setelah tahapan paripurna selesai, proses selanjutnya adalah pengajuan penerbitan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Utara sebagai dasar peresmian pengangkatan pimpinan DPRD yang baru.
“Setelah paripurna ini kan ada tahapan berikutnya untuk usulan penerbitan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Utara,” jelasnya.
Pergantian pimpinan DPRD ini menjadi perhatian karena menyangkut arah hubungan kerja antara lembaga legislatif dan eksekutif di Boltara. Bupati memastikan selama ini komunikasi dan kemitraan antara pemerintah daerah bersama DPRD berjalan dengan baik.
“Selama ini kemitraan dengan pemerintah daerah cukup baik. Harapannya dengan pergantian pucuk pimpinan DPRD ini akan lebih baik lagi pola kemitraan yang selama ini telah terbangun,” tegas Sirajudin.
Dengan masuknya proses pergantian pimpinan DPRD ke tahap berikutnya, wajah baru kepemimpinan legislatif Boltara kini menunggu keputusan resmi. Pemerintah daerah berharap perubahan tersebut membawa penguatan koordinasi dalam menjalankan agenda pembangunan dan kepentingan masyarakat.(**)















