BOLMONG, mediasulutgo.com– Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Boltara, Dr. Sirajudin Lasena, dan diterima oleh Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi, di Posko Tanggap Darurat Desa Solimandungan I, Minggu (31/5/2026).
Bupati Yusra didampingi Wakil Bupati Dony Lumenta, para asisten, dan pimpinan OPD Bolmong, sementara Bupati Sirajudin hadir bersama jajaran OPD Pemkab Boltara.
Dalam sambutannya, Yusra mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas kepedulian Pemkab Boltara.
“Ujian dan musibah yang kami alami ini tentu menjadi penguat bagi kami. Di tengah kondisi yang sulit, kehadiran saudara-saudara kami dari Boltara memberikan semangat dan dukungan moril yang sangat berarti bagi masyarakat terdampak,” ujar Yusra.
Banjir bandang terjadi pada Rabu, 27 Mei 2026, pukul 14.30 WITA setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Bolaang selama satu setengah jam. Empat desa terdampak: Desa Komangaan, Solimandungan I, Solimandungan II, dan Solimandungan Baru, dengan ratusan warga terdampak akibat luapan air dan material dari perbukitan.
Bupati Yusra menegaskan sejak awal bencana, berbagai pihak telah turun tangan membantu proses penanganan korban, mulai dari pemerintah daerah, provinsi, dunia usaha, komunitas sosial, hingga pemerintah tetangga.
“Hari ini Boltara hadir memberikan dukungan. Secara geografis kita mungkin terpisah wilayah administrasi, tetapi secara emosional dan kultural kita adalah saudara,” kata Yusra.
Bupati Boltara Sirajudin Lasena menekankan bahwa bantuan yang disalurkan adalah bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama masyarakat Bolaang Mongondow Raya.
“Bantuan yang kami bawa mungkin tidak seberapa, tetapi ini adalah bentuk kepedulian dan rasa persaudaraan kami. Kami datang bukan sekadar membawa bantuan, melainkan membawa doa dan dukungan agar masyarakat yang terdampak tetap kuat, sabar, dan mampu bangkit kembali,” ujar Sirajudin.
Penyerahan bantuan ini menjadi simbol kuatnya solidaritas antar daerah di Bolaang Mongondow Raya. Di tengah duka akibat bencana, semangat gotong royong dan kepedulian antarwarga kembali menunjukkan bahwa masyarakat BMR selalu saling menguatkan saat menghadapi cobaan.(**)















