penas

boltara
KESEHATANBOLMONG RAYABOLMUTSULUT

Sidak Sekda Bongkar Fakta RSUD Boltara Tak Gelap

×

Sidak Sekda Bongkar Fakta RSUD Boltara Tak Gelap

Sebarkan artikel ini
RSUD

BOLTARA,mediasulutgo.com — Malam itu, suasana RSUD Bolmong Utara tetap hidup. Di tengah sunyinya waktu, cahaya lampu masih menerangi lorong-lorong rumah sakit, sementara tenaga medis sigap melayani pasien yang datang silih berganti. Pemandangan ini menjadi jawaban nyata atas isu yang sempat beredar—bahwa rumah sakit tersebut berada dalam kondisi “gelap gulita”.

Untuk memastikan langsung kondisi di lapangan, Sekretaris Daerah Bolaang Mongondow Utara, dr. Jusnan C. Mokoginta, melakukan inspeksi mendadak pada Senin malam (6/4/2026). Didampingi awak media dan perwakilan LSM, ia menelusuri setiap sudut rumah sakit, mulai dari Instalasi Gawat Darurat hingga ruang rawat inap.

Advertisement
RSUD
Scroll kebawah untuk lihat konten

RSUD

Dalam peninjauan tersebut, rombongan menyasar titik-titik yang sebelumnya disorot dalam pemberitaan. Namun, kondisi yang ditemukan justru berbanding terbalik. Tidak ada kegelapan seperti yang diinformasikan. Lampu berfungsi normal, aktivitas pelayanan berjalan, dan pasien tetap terlayani dengan baik.

Pihak rumah sakit menjelaskan bahwa gangguan teknis memang sempat terjadi beberapa hari sebelumnya. Satu lampu sorot dilaporkan tidak berfungsi, sementara satu unit MCB di lantai tiga mengalami korsleting akibat terkena air hujan. Peristiwa itu terjadi di akhir pekan.

BACA JUGA  4 Putra Terbaik Boltara Bertarung di Seleksi Paskibraka Nasional

“Kendala itu bersifat teknis dan sudah langsung ditangani. Keesokan harinya kondisi kembali normal,” ujar salah satu petugas rumah sakit.

Keterbatasan alat di wilayah setempat sempat menyebabkan perbaikan tidak dapat dilakukan pada hari yang sama. Namun, hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap keseluruhan pelayanan rumah sakit.

RSUD

Di sela sidak, Sekda juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan pasien. Tanpa formalitas, ia mendengarkan langsung pengalaman mereka selama menjalani perawatan.

“Pelayanan baik, tidak ada masalah,” ungkap seorang pasien singkat.

Selain penerangan, perhatian juga diarahkan pada ketersediaan air bersih. Saat ini, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) telah dioperasikan oleh Dinas PUPR. Meski demikian, air masih memerlukan proses pengolahan lanjutan menggunakan kaporit untuk memastikan kualitasnya.

Sekda menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama, terlepas dari berbagai keterbatasan yang ada.

BACA JUGA  PWI Boltara Bergejolak, Pleno Tetapkan Ramdan Buhang Sebagai Caretaker

“Dalam kondisi apa pun, tenaga kesehatan harus tetap sigap, profesional, dan mengedepankan empati. Itu yang utama,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penyajian informasi yang berimbang kepada publik. Menurutnya, pemberitaan yang tidak utuh dapat menimbulkan persepsi keliru dan merusak kepercayaan masyarakat.

Senada dengan itu, Ketua Wilayah LSM GERAK Indonesia Sulawesi Utara, Sahrul Pahata, mengingatkan bahwa kebebasan pers harus diiringi dengan tanggung jawab.

“Setiap informasi harus melalui verifikasi yang utuh dan berimbang. Jangan sampai opini disajikan seolah-olah fakta,” ujarnya.

Di tengah polemik yang sempat mencuat, RSUD Boltara menegaskan tetap terbuka terhadap kritik sebagai bagian dari perbaikan. Namun, terhadap informasi yang dinilai tidak benar dan merugikan, langkah hukum juga menjadi opsi yang dipertimbangkan.

Di balik isu yang sempat mengemuka, satu hal terlihat jelas malam itu—pelayanan tetap berjalan, dan cahaya di RSUD Boltara tidak pernah benar-benar padam.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *