JAKARTA,mediasulutgo.com – Presiden Prabowo Subianto membuat keputusan mengejutkan dengan menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menggantikan Dadan Hindayana yang dicopot setelah melalui evaluasi kinerja. Penunjukan ini langsung menjadi perhatian karena Nanik akan memimpin program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar jutaan siswa di seluruh Indonesia.
Pergantian pimpinan diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Selasa (2/6/2026). Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja pimpinan BGN selama hampir satu setengah tahun terakhir.
“Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo Hadi.
Tak hanya mengganti kepala lembaga, Presiden juga memberhentikan dua Wakil Kepala BGN sebelumnya, Lodewyk Pusung dan Sonny Sanjaya. Sebagai penggantinya, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono ditunjuk mendampingi Nanik dalam memimpin lembaga tersebut.
Sorotan publik tertuju pada sosok Nanik karena latar belakangnya bukan berasal dari dunia gizi maupun akademisi. Sebelum aktif di pemerintahan, perempuan kelahiran Madiun itu dikenal sebagai jurnalis dan pimpinan media yang pernah memegang sejumlah posisi penting di berbagai perusahaan media nasional.
Kariernya kemudian berkembang ke dunia organisasi dan politik. Nanik dipercaya menjadi Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) yang didirikan Prabowo Subianto. Pada Pilpres 2019, ia juga masuk dalam jajaran pimpinan tim pemenangan Prabowo-Sandi.
Setelah Prabowo menjadi presiden, Nanik mendapat sejumlah jabatan strategis. Ia pernah menjabat Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan dan kemudian dipercaya menjadi Komisaris Independen Pertamina.
Kini tantangan yang dihadapi jauh lebih besar. Nanik mengambil alih kepemimpinan BGN saat Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu agenda paling penting pemerintah, dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah dan anggaran yang menjadi perhatian publik.
Pergantian mendadak di pucuk pimpinan BGN memunculkan pertanyaan besar mengenai arah kebijakan dan strategi pelaksanaan program ke depan. Sebab, keberhasilan atau kegagalan MBG tidak hanya berdampak pada jutaan pelajar, tetapi juga menyentuh sektor pangan, petani, UMKM, hingga rantai pasok nasional.
Dengan kepercayaan yang kini berada di tangannya, langkah pertama Nanik akan menjadi sorotan. Publik menunggu apakah pergantian ini akan mempercepat keberhasilan program makan gratis nasional atau justru membuka tantangan baru dalam pelaksanaannya.(*)















