LIMBOTO,mediasulutgo.com – Ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia akan datang ke Kabupaten Gorontalo dalam ajang PENAS KTNA XVII Tahun 2026. Di balik agenda nasional tersebut, pemerintah daerah melihat peluang besar untuk memperkenalkan wajah baru Gorontalo melalui kekuatan wisata alam, budaya, dan religi.
Tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya petani dan nelayan terbaik Indonesia, PENAS KTNA XVII diproyeksikan menjadi panggung besar untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo telah menyiapkan sejumlah destinasi unggulan yang dapat dikunjungi para peserta selama berada di daerah yang dikenal sebagai Serambi Madinah tersebut.
Salah satu tujuan utama adalah Pentadio Resort, kawasan wisata yang menawarkan pengalaman menikmati sumber air panas alami di tepi Danau Limboto. Destinasi ini dilengkapi berbagai fasilitas rekreasi keluarga, kolam renang, sauna alami, hingga pemandangan danau yang menjadi daya tarik utama.
Tidak hanya wisata alam, kawasan pusat Kota Limboto juga disiapkan sebagai wajah baru daerah. Taman Menara Limboto hadir dengan konsep ruang publik modern yang semakin menarik, ditambah keberadaan videotron bundar yang memperkuat tampilan kawasan kota.
Di lokasi yang sama, peserta PENAS dapat melihat langsung Pakaya Tower yang kini menjadi salah satu ikon baru Kabupaten Gorontalo. Kawasan tersebut juga terhubung dengan Taman Budaya Limboto sebagai pusat aktivitas seni dan budaya daerah.
Jejak budaya Gorontalo juga dapat ditemukan melalui Bandayo Poboide, rumah adat yang menjadi simbol tradisi dan ruang bersejarah bagi masyarakat Gorontalo. Bangunan ini sejak lama menjadi tempat musyawarah adat dan berbagai kegiatan kebudayaan.
Sementara itu, sisi religi diperkuat dengan keberadaan Masjid Agung Baiturrahman Limboto yang berdiri megah di pusat pemerintahan Kabupaten Gorontalo.
Pemerintah daerah berharap kehadiran ribuan peserta PENAS KTNA XVII tidak hanya membawa dampak pada sektor pertanian dan nelayan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui promosi wisata daerah.
PENAS KTNA 2026 pun menjadi momentum penting bagi Gorontalo untuk menunjukkan bahwa daerah ini bukan hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki warisan budaya dan destinasi wisata yang mampu bersaing di tingkat nasional.(**)















