LIMBOTO,mediasulutgo.com – Pemerintah Kabupaten Gorontalo mulai menggulirkan bantuan 66 unit gerobak usaha untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor kuliner daerah.
Program yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Bupati Sofyan Puhi dan Wakil Bupati Tonny S. Junus itu resmi dimulai dengan penyerahan 17 unit gerobak di Kawasan Kuliner Limboto. Bantuan tersebut menyasar pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung perputaran ekonomi masyarakat.
Bupati Sofyan Puhi menegaskan, UMKM memiliki peran vital dalam menjaga denyut ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah memilih memperkuat sektor tersebut melalui dukungan fasilitas usaha yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat.
“UMKM bukan hanya sumber penghidupan masyarakat, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah. Pemerintah hadir untuk memastikan pelaku UMKM memperoleh dukungan yang memadai agar semakin produktif, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Sofyan.
Menurutnya, bantuan gerobak tidak sekadar sarana berjualan, tetapi bagian dari strategi besar membangun ekosistem usaha rakyat yang lebih modern, tertata, dan berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk, pelayanan, kebersihan, hingga pemanfaatan teknologi digital agar pelaku usaha mampu memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.
“Kawasan Kuliner Limboto harus tumbuh menjadi destinasi unggulan yang tertata, bersih, nyaman, dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan. UMKM harus menjadi wajah kemajuan ekonomi Kabupaten Gorontalo,” tegasnya.
Di sisi lain, pemerintah telah menyiapkan penyaluran bantuan secara bertahap. Setelah tahap pertama sebanyak 17 unit, tahap kedua akan menyalurkan 16 unit gerobak dan tahap ketiga sebanyak 33 unit, sehingga total bantuan mencapai 66 unit.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Gorontalo, Fany Salamanya, mengatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ekonomi kreatif sekaligus mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis kuliner.
“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat ekonomi kreatif sekaligus mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis kuliner yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat,” katanya.
Dukungan penuh juga datang dari DPRD Kabupaten Gorontalo. Ketua DPRD Zulfikar Usira mengungkapkan bahwa lembaganya bersama pemerintah daerah memiliki komitmen yang sama dalam memperkuat ekonomi rakyat melalui pemberdayaan UMKM.
Bahkan, DPRD telah mendukung alokasi anggaran sekitar Rp16 miliar untuk pengembangan sektor usaha masyarakat.
“Kurang lebih Rp16 miliar anggaran telah dialokasikan untuk mendukung pengembangan UMKM. Ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah dan DPRD terhadap ekonomi rakyat,” ujar Zulfikar.
Ia menegaskan, setiap rupiah anggaran yang berasal dari rakyat harus kembali kepada rakyat melalui program yang berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
Melalui program bantuan gerobak ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu naik kelas, membuka lapangan kerja baru, serta menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan total 66 gerobak yang akan disalurkan, pemerintah menargetkan manfaat program dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha di berbagai sentra kuliner Kabupaten Gorontalo.(**)















