LIMBOTO|Mediasulutgo.com— Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus memperkuat upaya pemerataan akses layanan keuangan sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) se-Sulawesi Utara dan Gorontalo, Rabu (29/7/2026).
Menurut Sofyan, akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong berbagai kebijakan yang memudahkan pelaku usaha, petani, nelayan, dan masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh akses pembiayaan yang aman, mudah, dan terjangkau.
“Inklusi keuangan bukan semata-mata soal pencapaian angka statistik, tetapi bagaimana masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang melalui akses terhadap layanan keuangan yang legal dan berkelanjutan,” ujar Sofyan.
Ia menegaskan, kemudahan memperoleh modal usaha merupakan salah satu instrumen penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Gorontalo ingin memastikan layanan pembiayaan formal dapat menjangkau hingga ke desa-desa sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada sumber pembiayaan yang berisiko.
Dalam mendukung percepatan akses keuangan tahun 2026, Pemkab Gorontalo bersama TPKAD telah menyiapkan sejumlah program prioritas. Di antaranya memperluas akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan syariah bagi pelaku UMKM, petani, serta pedagang kecil, sekaligus mempercepat digitalisasi transaksi melalui pemanfaatan QRIS pada pasar tradisional dan layanan retribusi daerah.
Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat perlindungan bagi sektor pertanian melalui program asuransi usaha tani dan ternak sebagai langkah mitigasi terhadap risiko gagal panen akibat perubahan iklim. Di sisi lain, edukasi dan literasi keuangan terus digencarkan agar masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan serta terhindar dari praktik pinjaman online ilegal maupun investasi bodong.
Sofyan berharap Rakorwil TPKAD menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif.
“Kolaborasi yang kuat akan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, mendorong tumbuhnya usaha produktif, membuka lapangan kerja, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gorontalo secara berkelanjutan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo juga mencatatkan capaian membanggakan di bidang inklusi keuangan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Capaian tersebut semakin mempertegas komitmen daerah dalam memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Gorontalo.















