BOLTARA,mediasulutgo.com — Kabupaten Boltara memasuki usia ke-19 dengan tantangan yang tidak ringan. Tekanan efisiensi anggaran, tuntutan pelayanan publik, hingga persaingan pembangunan antar daerah mulai menjadi alarm serius yang disorot dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Boltara, Jumat (22/5/2026).
Di momentum ulang tahun daerah itu, Bupati Sirajudin Lasena secara terbuka menyerukan percepatan kerja pemerintahan dan penguatan kolaborasi seluruh elemen daerah agar Boltara tidak tertinggal dalam persaingan pembangunan.
“Semoga melalui semangat SIAP, kita mampu membawa Bolaang Mongondow Utara semakin maju dan berdaya saing,” tegas Sirajudin.
Tema HUT tahun ini, “Bolaang Mongondow Utara SIAP (Sinergi, Integritas, Akselerasi, Produktif)”, berubah menjadi pesan keras bahwa daerah tidak bisa lagi bergerak dengan pola lama di tengah tekanan ekonomi dan keterbatasan fiskal.
Sirajudin menegaskan, percepatan pembangunan kini menjadi kebutuhan mendesak. Menurutnya, tanpa sinergi dan pemerintahan yang bersih, daerah akan sulit bersaing menarik pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Situasi itu juga disinggung Ketua DPRD Boltara, Frangky Chendra, yang mengakui tantangan pembangunan semakin berat di tengah efisiensi anggaran.
“Kemajuan Kabupaten Boltara merupakan hasil kerja keras, kerja cerdas, dan kerja sama seluruh elemen,” kata Frangky.
Sementara itu, sambutan Gubernur Sulawesi Utara yang dibacakan Lukman Lapadengan menyebut Boltara kini memasuki fase kematangan daerah otonom.
“Di usia ini, akarnya telah menghujam kuat ke bumi, batangnya kokoh menghadapi angin, dan buahnya mulai memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” bunyi sambutan gubernur.
Di balik seremoni HUT ke-19, pesan yang muncul dari ruang sidang DPRD Boltara cukup jelas: daerah harus bergerak lebih cepat, lebih produktif, dan lebih siap menghadapi tekanan pembangunan yang semakin keras dari tahun ke tahun.(**)















