LIMBOTO – Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, mendorong perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca dan menyimpan koleksi buku, tetapi berkembang menjadi pusat pengetahuan dan ruang pembelajaran masyarakat di tengah pesatnya arus informasi digital.
Hal tersebut disampaikan Tonny saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi pustakawan, guru dan pegiat literasi tahun 2026 di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo, Rabu (2/9/2026).
Menurut Tonny, penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan Kabupaten Gorontalo yang maju dan sejahtera. Karena itu, peningkatan budaya literasi harus menjadi bagian strategis dalam pembangunan manusia.
“Literasi di era digital bukan lagi sekadar kemampuan membaca. Masyarakat harus mampu mencari, menemukan, menganalisis, menilai, dan memanfaatkan informasi secara bijak, kritis, dan produktif,” ujar Tonny.
Ia mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo yang menggagas kegiatan tersebut melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik.
Tonny menilai peningkatan kompetensi pustakawan, guru dan pegiat literasi penting untuk memperkuat ekosistem literasi di daerah. Ia berharap materi Bimtek yang berlangsung selama tiga hari dapat diterapkan secara nyata, terutama dalam meningkatkan kualitas pengelolaan dan layanan perpustakaan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo, Rahmat Donny Lahatie, mengatakan peserta Bimtek berasal dari pengelola perpustakaan sekolah, perpustakaan desa serta delapan pegiat literasi mandiri yang selama ini mendapat pembinaan pemerintah daerah.
Donny menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo, GEMAR ST atau Gerakan Membaca Satu Hari Satu Teks (One Day One Text).
Program tersebut mendorong anak-anak jenjang SD hingga SMA membangun kebiasaan membaca setiap hari. Kebiasaan itu dimulai dari membaca satu lembar teks dan diharapkan berkembang menjadi budaya membaca buku secara utuh.
“Perpustakaan harus hadir sebagai simpul pengetahuan dan penggerak budaya baca, bukan hanya sebagai tempat menyimpan koleksi,” kata Donny.
Selain Bimtek, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo dijadwalkan melanjutkan agenda resensi buku pada pekan berikutnya melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bunda Literasi Kabupaten Gorontalo Ny. Maryam Sofyan Puhi, Wakil Ketua TP-PKK Ny. Venny Junus Anwar, Ketua DWP Ny. Evi Sugondo Makmur, pimpinan OPD serta undangan lainnya.(**)
















