LIMBOTO,mediasulutgo.com — Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Gorontalo terus digencarkan. Pemerintah daerah menggelar Rapat Koordinasi Program Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (GENTING) yang dirangkaikan dengan Rembuk Stunting 2026, Senin (20/04/2026).
Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya bergantung pada kekuatan anggaran daerah. Ia menyebut persoalan ini membutuhkan keterlibatan luas dari berbagai pihak.
“APBD memiliki keterbatasan. Karena itu, perlu dukungan nyata dari berbagai pihak, baik melalui pendanaan, edukasi, maupun aksi langsung di masyarakat,” tegas Tonny.
Meski capaian program GENTING tahun 2025 melampaui target dengan menjangkau lebih dari 2.700 kepala keluarga, Tonny mengingatkan agar seluruh pihak tidak cepat berpuas diri.
“Capaian ini patut diapresiasi, tapi pekerjaan kita belum selesai,” ujarnya.
Ia menyoroti bahwa tantangan utama bukan hanya pada program, melainkan konsistensi pelaksanaan dan ketepatan intervensi di lapangan. Menurutnya, stunting adalah persoalan multidimensi yang membutuhkan kerja bersama lintas sektor.
Peran orang tua asuh dalam program GENTING juga dinilai krusial. Pendekatan ini dianggap mampu menyentuh langsung keluarga berisiko stunting dan memberikan dampak nyata.
“Yang kita kejar bukan sekadar angka program, tetapi perubahan nyata di lapangan—anak-anak yang tumbuh sehat dan keluarga yang lebih sadar gizi,” tambahnya.
Melalui rakor ini, Pemkab Gorontalo mendorong kolaborasi yang lebih kuat agar percepatan penurunan stunting bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.(**)















