Scroll keatas untuk lihat konten
GORONTALOBOALEMO

Pj Sekda Boalemo Buka Musrenbang untuk Anak, Perempuan, dan Disabilitas Tahun 2025

2777
×

Pj Sekda Boalemo Buka Musrenbang untuk Anak, Perempuan, dan Disabilitas Tahun 2025

Sebarkan artikel ini

BOALEMO, mediasulutgo.com Dalam upaya untuk memprioritaskan hak-hak anak, perempuan, dan penyandang disabilitas, Pemerintah Kabupaten Boalemo menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), pada hari Rabu, 27 Maret 2024.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Supandra Nur, yang mewakili Penjabat Bupati Boalemo, Sherman Moridu, Selain itu, turut hadir dalam acara tersebut Kepala Bappeda Boalemo, Srijun Dangkua, Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Boalemo, Heldy Vanny Alam, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat, perwakilan dari Organisasi PKK, forum anak, serta para disabilitas.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Supandra Nur, menyampaikan bahwa pemenuhan hak anak, perempuan, dan disabilitas merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Boalemo dalam perencanaan pembangunan ke depan. Dirinya juga menekankan pentingnya Musrenbang dalam mengangkat tema perlindungan dan pemberdayaan inklusif yang berkelanjutan bagi ketiga kelompok tersebut.

“Dengan Musrenbang ini, kami berharap dapat menerapkan pendekatan Bottom-Up Planning, yang memungkinkan kami untuk menyerap aspirasi dan kebutuhan masyarakat secara langsung. Hal ini akan memastikan bahwa hak-hak anak, perempuan, dan penyandang disabilitas terlindungi dan terpenuhi,” ucap Supandra Nur.

Lebih lanjut, Supandra mengatakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan ini merupakan bagian dari proses strategis yang dibangun sebagai platform untuk berdiskusi, berembug, dan bertukar pikiran antara berbagai pemangku kepentingan, baik dari pemerintah, akademisi, sektor swasta, maupun masyarakat umum. Pendekatan ini menekankan bahwa pembangunan yang dilakukan di Kabupaten Boalemo tidak hanya bersifat Top-Down Planning, namun juga mengakomodasi masukan dan pemikiran dari masyarakat secara langsung.

“Kami yakin bahwa dengan melibatkan berbagai pihak dalam proses perencanaan pembangunan, kami dapat menciptakan program-program yang lebih berdaya guna dan berkelanjutan bagi anak, perempuan, dan penyandang disabilitas di Kabupaten Boalemo,”Ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *