RIAU,mediasulutgo.com — HIMAPRODI Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui pelaksanaan Pekan Penghijauan (PP) ke-XXXV tahun 2026. Kegiatan yang telah berlangsung sejak 1988 itu akan dipusatkan di Desa Tanjung Kampar Hulu pada 5 hingga 7 Juni 2026 sebagai bagian dari upaya rehabilitasi kawasan tebing hulu Sungai Kampar yang mengalami degradasi lingkungan.
Program tahunan yang digagas Divisi Lingkungan Hidup Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UNRI tersebut menjadi salah satu aksi nyata mahasiswa dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui kegiatan penanaman pohon dan konservasi lahan, mahasiswa berupaya memperbaiki kondisi habitat alami serta mendukung keberlangsungan flora dan fauna di kawasan hulu Sungai Kampar. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi dampak kerusakan lingkungan yang terus terjadi di wilayah tersebut.
Ketua pelaksana kegiatan, Frans Syahputra Halawa dari Angkatan 2024, mengatakan seluruh panitia tengah mempersiapkan kegiatan secara maksimal melalui kolaborasi bersama mahasiswa, alumni, dan dosen.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi langkah awal dari upaya berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak, sehingga dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya.
Pelaksanaan Pekan Penghijauan XXXV juga mendapat dukungan penuh dari dosen dan alumni Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau. Kepala Prodi Pendidikan Biologi, Dr. Darmadi, M.Si, menyebut mahasiswa diberikan ruang untuk mengelola dan merancang kegiatan secara mandiri sebagai bagian dari proses pembelajaran dan penguatan kepemimpinan.
“Seluruh program di Himpunan Mahasiswa merupakan tanggung jawab bersama. Kami sebagai dosen siap mendukung dan berdiskusi dengan mahasiswa demi kelancaran pelaksanaan kegiatan,” tegasnya.
Mengusung tema “Rehabilitasi Kawasan Tebing Hulu Sungai Kampar melalui Sinergi Multipihak Mendukung Ekosistem Berkelanjutan”, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam.(*)















