ITALIA,mediasulutgo.com — Sorotan dunia olahraga tertuju ke Italia seiring akan digelarnya Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026. Ajang ini menandai penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin edisi ke-25 dan menjadi salah satu perhelatan olahraga musim dingin paling bergengsi dalam sejarah.
Selama 19 hari pelaksanaan, sekitar 3.500 atlet dari berbagai negara akan bersaing dalam 116 nomor pertandingan yang tersebar di 16 cabang olahraga. Olimpiade kali ini juga mencatat sejarah sebagai ajang dengan lokasi pertandingan paling luas secara geografis, tersebar di sejumlah wilayah Italia utara.
“Olimpiade Milano-Cortina 2026 bukan hanya perayaan olahraga, tetapi juga simbol kolaborasi antarwilayah dengan konsep berkelanjutan,” ujar Ketua Panitia Penyelenggara Milano-Cortina 2026, Giovanni Malagò.
Olimpiade Musim Dingin 2026 secara resmi akan dibuka pada Jumat, 6 Februari 2026. Namun, atmosfer kompetisi telah terasa sejak 4 Februari dengan digelarnya sejumlah babak kualifikasi. Medali pertama dijadwalkan mulai diperebutkan pada 7 Februari, sementara upacara penutupan akan berlangsung di Verona Olympic Arena pada 22 Februari 2026.
Penyelenggaraan Olimpiade kali ini mengusung konsep multi-klaster, dengan Milan dan Cortina d’Ampezzo sebagai pusat utama. Sejumlah venue juga tersebar di Valtellina, Val di Fiemme, serta wilayah Anterselva atau Antholz. Verona dipilih sebagai lokasi penutupan Olimpiade sekaligus pembukaan Paralimpiade Musim Dingin pada 6 Maret 2026.
“Kami ingin menghadirkan Olimpiade yang dekat dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan keindahan Italia utara kepada dunia,” kata Presiden Komite Olimpiade Italia.
Sejumlah cabang olahraga favorit kembali dipertandingkan, seperti Ski Alpen, Hoki Es, Seluncur Indah, hingga Snowboard. Olimpiade ini juga menandai debut cabang olahraga baru, Ski Mountaineering, yang mempertandingkan nomor sprint putra, sprint putri, dan estafet campuran.
Dari sisi anggaran, Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 diperkirakan menelan biaya sekitar 5,2 miliar euro. Pemerintah Italia optimistis ajang ini akan memberikan dampak ekonomi jangka panjang, dengan proyeksi kunjungan sekitar dua juta wisatawan dan jangkauan penonton global mencapai lebih dari tiga miliar orang.
“Olimpiade ini kami yakini akan meninggalkan warisan ekonomi dan infrastruktur yang berkelanjutan bagi Italia,” ujar Menteri Pariwisata Italia.(*)















