LIMBOTO,|Mediasulutgo.Com – Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Pemerintah Kabupaten Gorontalo memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 Tingkat Provinsi di SMA Negeri 1 Limboto, Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen dalam memenuhi hak anak sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya dan kearifan lokal.
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi bersama Ketua TP PKK Kabupaten Gorontalo Ny. Maryam Sofyan Puhi menghadiri kegiatan tersebut yang turut dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, jajaran Pemerintah Provinsi Gorontalo, organisasi perempuan, serta ratusan pelajar.
Keunikan peringatan HAN tahun ini terlihat dari launching dan makan bersama Tiliaya, salah satu kuliner khas Gorontalo yang menjadi warisan budaya daerah. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan sejak dini pada kekayaan kuliner lokal sebagai bagian dari upaya menumbuhkan rasa bangga, cinta, dan tanggung jawab untuk melestarikan budaya daerah di tengah derasnya arus perkembangan zaman.
Bupati Sofyan Puhi mengatakan bahwa mengenalkan budaya dan makanan tradisional kepada anak-anak sejak usia dini merupakan investasi penting dalam membentuk karakter generasi penerus. Menurutnya, kecintaan terhadap kearifan lokal harus terus dipupuk agar nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur tetap hidup dan tidak tergerus oleh modernisasi.
“Anak-anak adalah generasi penerus yang akan menjaga dan melestarikan budaya daerah. Karena itu, selain memperoleh pendidikan dan perlindungan, mereka juga perlu dikenalkan dengan nilai-nilai budaya, tradisi, serta makanan khas daerah agar tumbuh rasa memiliki dan bangga terhadap identitas Gorontalo,” ujar Sofyan.
Ia menambahkan, Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat sinergi seluruh pihak dalam memastikan setiap anak memperoleh haknya untuk tumbuh, belajar, bermain, dan berkembang secara optimal dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang.
Menurut Sofyan, pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Kolaborasi seluruh elemen menjadi kunci dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap budaya dan lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Rusli Habibie berharap rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, termasuk Capacity Building Forum Anak, mampu meningkatkan kesadaran dan peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam melindungi hak-hak anak.
Ia juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama menghentikan perundungan (bullying), mencegah perkawinan usia dini, serta menolak segala bentuk diskriminasi terhadap anak demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, aman, dan berdaya saing.















