Israel Kembali Menyerang Gaza, Negeri Muslim Lanjutkan Normalisasi

oleh -288 Dilihat
Gaza
Israel Kembali Menyerang Gaza (foto: istimewah)
Israel Kembali Menyerang Gaza, Negeri Muslim Lanjutkan Normalisasi

Oleh : Analiya Sineke,S.Pd

OPINI, mediasulutgo.com — Kembali lagi AS dan sekutu terbaiknya, yakni Israel masih terus memerangi rakyat Palestina dengan masif dan secara berkala. Publik dapat melihat begitu nyata keberpihakan Amerika Serikat terhadap Israel. Amerika menggunakan 39 kali veto untuk melindungi Israel dari resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengutuk juga mengecam tindakan serta sikap Israel yang tidak memedulikan hak asasi rakyat Palestina di gaza

Bahkan serangan bom Israel ke Gaza selama tiga hari yang telah menewaskan 44 warga Palestina, termasuk 15 anak-anak, dan sedikitnya 350 warga sipil terluka, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina. Pertempuran tersebut adalah yang terburuk di Gaza sejak perang 11 hari pada 2021 yang menewaskan sedikitnya 250 orang. Meskipun gencatan senjata yang ditengahi Mesir mulai berlaku pada Ahad malam (7/8/2022), tetapi ini adalah gencatan senjata yang rapuh.

Ditambah lagi, pemukiman Yahudi di tepi Barat dan Yerusalem Timur yang didukung AS menjadi rentetan panjang keberpihakan AS pada Israel. Menurut Peace Now, kelompok anti-pemukiman Israel, saat ini terdapat 385 pemukiman Yahudi yang didirikan dengan izin pemerintah Israel dan 97 bangunan atau pemukiman “liar”.

Di Yerusalem Timur, terdapat 12 pemukiman baru dengan sekitar 200 ribu orang pemukim yang hidup dengan senjata api dan pengawalan tentara Israel. AS juga memberikan bantuan senilai $1—4miliar per tahun pada Israel untuk membeli persenjataan produk-produk AS.

Tampak sangat besar kepentingan AS atas penguasaan Timur Tengah raya dan Afrika Utara sehingga memelihara konflik panjang di Palestina (Gaza). AS menilai bahwa Palestina merupakan jantung Islam di Timur Tengah hingga tidak akan membiarkan Palestina juga negara lain di Timur Tengah dalam kondisi aman.

Para pemimpin dunia dan seluruh komunitas internasional dituntut untuk merespon kedzoliman ini dengan nyata. “Tidak Sekedar gimmick diplomatik apalagi standar ganda, memberikan kecaman tapi terus menjalin hubungan mesra dengan zionis. Bahkan membiarkan kedzoliman Zionis di Palestina (MMC).

AS memahami dengan baik potensi muslim, Islam Palestina, dan wilayah di sekitarnya. Menurut Kissinger, Palestina merupakan serigala politik bagi AS. Palestina akan selalu dibuat tidak tenang agar potensi agama (ideologi) dan pemeluknya tidak mengganggu kepentingan AS. Bahkan “Israel sedang mencari target termudah di mana ia dapat mencapai tingkat ‘keberhasilan’ yang tinggi untuk membuktikan kepada dirinya sendiri dan kepada negara-negara di sisinya tentang kemampuan dalam memasarkan teknologi militernya.”

#Gaza