LIMBOTO,mediasulutgo.com – Herlina Maksum resmi terpilih sebagai Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Gorontalo periode 2026–2031 melalui Musyawarah Cabang (Muscab) IBI yang digelar pada Sabtu (16/5/2026). Pemilihan berlangsung dinamis dengan lima kandidat yang bersaing, sebelum akhirnya peserta muscab menetapkan Herlina sebagai pemimpin baru organisasi profesi bidan tersebut.
Terpilihnya Herlina disambut sebagai harapan baru dalam penguatan organisasi sekaligus peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Gorontalo.
Usai ditetapkan, Herlina menegaskan bahwa prioritas awal kepemimpinannya adalah memperkuat konsolidasi internal organisasi, menyusun struktur kepengurusan yang solid, serta memastikan seluruh program IBI sejalan dengan arah kebijakan pembangunan kesehatan daerah.
Ia menyoroti masih adanya tantangan serius terkait angka kematian ibu dan bayi yang menjadi perhatian utama sektor kesehatan.
“Kami ingin memastikan seluruh ibu hamil mendapatkan pelayanan antenatal care berkualitas sesuai standar, mulai dari pemeriksaan rutin, deteksi dini risiko kehamilan hingga pendampingan pasca persalinan,” ujar Herlina.
Menurutnya, deteksi dini terhadap faktor risiko seperti anemia, hipertensi, kurang energi kronik (KEK), hingga kehamilan risiko tinggi harus diperkuat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Sebagai langkah konkret, IBI Kabupaten Gorontalo juga akan mendukung Gerakan 100 Hari Penyelamatan Ibu Hamil yang menjadi program prioritas Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo bersama pemerintah daerah.
Selain itu, penguatan sistem rujukan ibu hamil dan bayi juga menjadi perhatian penting untuk memastikan layanan kegawatdaruratan dapat diakses dengan cepat, terutama di wilayah terpencil.
Herlina juga menekankan pentingnya edukasi kesehatan kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan sejak dini. IBI akan mengintensifkan penyuluhan mengenai tanda bahaya kehamilan, pentingnya persalinan di fasilitas kesehatan, pemberian ASI eksklusif, serta pemenuhan gizi ibu hamil dan balita.
Program ini, kata dia, akan melibatkan suami, keluarga, tokoh agama, dan tokoh masyarakat agar kesadaran kolektif terhadap keselamatan ibu dan anak semakin kuat.
“Keselamatan ibu hamil bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Di sisi lain, Herlina juga berkomitmen meningkatkan kapasitas bidan melalui pelatihan kegawatdaruratan maternal neonatal serta penyegaran Asuhan Persalinan Normal (APN) agar kompetensi tenaga kesehatan di lapangan semakin optimal.
Selain fokus pada ibu dan anak, IBI Kabupaten Gorontalo turut memperkuat peran dalam percepatan penurunan stunting melalui edukasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan, pemantauan tumbuh kembang balita, serta konseling gizi dan ASI eksklusif.
“Pencegahan stunting harus dimulai dari hulu, sejak remaja, masa kehamilan, hingga tumbuh kembang anak. Dengan langkah itu, kita berharap lahir generasi yang sehat dan berkualitas,” pungkas Herlina.(**)















