penas
KESEHATANKAB GORONTALO

Stunting Kabupaten Gorontalo Turun, 13 Ribu Keluarga Masih Jadi Tantangan

×

Stunting Kabupaten Gorontalo Turun, 13 Ribu Keluarga Masih Jadi Tantangan

Sebarkan artikel ini
Stunting kabupaten gorontalo

LIMBOTO,mediasulutgo.com – Pemerintah Kabupaten Gorontalo mencatat penurunan signifikan keluarga berisiko stunting dalam dua tahun terakhir. Namun, di balik capaian tersebut, ribuan keluarga masih menjadi perhatian utama dalam mengejar target penurunan angka stunting tahun 2026.

Data terbaru menunjukkan jumlah Keluarga Berisiko Stunting (KRS) turun dari 25.700 keluarga pada 2023 menjadi 15.289 keluarga pada 2024, dan kembali menurun menjadi 13.792 keluarga pada 2025.

Advertisement
Stunting kabupaten gorontalo
Scroll kebawah untuk lihat konten

Percepatan penanganan ini menjadi fokus Pemkab Gorontalo melalui penguatan kualitas data intervensi stunting. Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo, menegaskan akurasi pelaporan menjadi faktor penting agar program pemerintah benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan.

“Keberhasilan penanganan stunting tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan program, tetapi juga kualitas data yang dilaporkan. Seluruh operator harus memastikan data yang diinput valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Sugondo.

BACA JUGA  PENAS KTNA 2026 Buka Peluang Besar Wisata Gorontalo

Pernyataan itu disampaikan saat membuka kegiatan Peningkatan Kualitas Pelaporan Data Intervensi Stunting pada Aplikasi Konvergensi Bangda Kementerian Dalam Negeri Tahun 2026 di Grand Bukit Proja, Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat.

Kegiatan tersebut melibatkan operator puskesmas, kecamatan, sekretaris kecamatan, hingga operator balai se-Kabupaten Gorontalo untuk memperkuat sistem pelaporan program percepatan penurunan stunting.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gorontalo, Rismawati Arsyad, menyebut aplikasi Konvergensi Bangda menjadi instrumen penting pemerintah pusat dalam mengukur keberhasilan program di daerah.

BACA JUGA  SPPG Boroko Bantah MBG Basi, Distribusi Ditarik untuk Cegah Risiko

“Pelaporan harus lengkap dan tepat waktu karena menjadi dasar penilaian pelaksanaan konvergensi percepatan penurunan stunting,” jelas Rismawati.

Meski angka keluarga berisiko terus menurun, Pemkab Gorontalo masih menghadapi tantangan besar. Dari prevalensi stunting 28 persen pada 2025, pemerintah daerah menargetkan angka tersebut turun menjadi 24 persen pada 2026.

Capaian itu diperkuat dengan nilai 83,97 kategori Baik pada Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Semester II Tahun 2025.

Pemerintah daerah memastikan kolaborasi lintas sektor akan terus diperkuat agar penurunan stunting tidak hanya menjadi angka dalam laporan, tetapi berdampak langsung pada kualitas hidup generasi Gorontalo.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *