penas

boltara
EKONOMI BISNISGORONTALOKAB GORONTALO

Zakat Rp1 Miliar Disalurkan, Dorong Ekonomi Umat

×

Zakat Rp1 Miliar Disalurkan, Dorong Ekonomi Umat

Sebarkan artikel ini
Zakat

LIMBOTO,mediasulutgo.com – Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama BAZNAS Kabupaten Gorontalo menyalurkan zakat maal dan infak senilai sekitar Rp1 miliar untuk memperkuat ekonomi umat dan meningkatkan kepedulian sosial masyarakat. Penyaluran dilakukan pada Rabu (16/4) di halaman Kantor BAZNAS Kabupaten Gorontalo.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Wakil Bupati Tonny S. Junus, Sekretaris Daerah Sugondo Makmur, Ketua TP PKK Ny. Maryam Sofyan Puhi, pimpinan OPD, Ketua Pengadilan Agama Limboto, perwakilan perbankan, serta sejumlah undangan lainnya.

Advertisement
Zakat
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam sambutannya, Bupati Sofyan Puhi menegaskan bahwa zakat bukan hanya kewajiban keagamaan, tetapi juga instrumen penting dalam pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

“Zakat memiliki kekuatan besar dalam membangun kepedulian sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah akan terus memperkuat sinergi bersama BAZNAS,” ujar Sofyan.

Ia mengungkapkan, hingga triwulan pertama tahun 2026, penghimpunan zakat telah mencapai Rp1,4 miliar, meningkat dibandingkan capaian sepanjang tahun 2025 sebesar Rp2,756 miliar. Menurutnya, angka ini menunjukkan potensi zakat di daerah terus berkembang.

Bupati juga menekankan pentingnya kepatuhan pembayaran zakat, khususnya bagi aparatur sipil negara. Mulai triwulan kedua 2026, pejabat eselon II dan III diwajibkan melaporkan pembayaran zakat setiap bulan melalui BAZNAS.

Selain itu, ia mengingatkan agar perhitungan zakat dilakukan secara tepat sesuai ketentuan nisab sebesar 2,5 persen dari pendapatan, sehingga tidak terjadi kekeliruan antara zakat dan infak.

Di sektor kesehatan, Bupati menyoroti perlunya sinkronisasi bantuan dengan program pemerintah daerah. Dengan capaian Universal Health Coverage yang telah diraih, ia mengarahkan agar bantuan lebih difokuskan pada BPJS Ketenagakerjaan yang masih membutuhkan dukungan.

“Dengan capaian UHC utama, intervensi harus lebih tepat sasaran. Kita dorong agar bantuan menyasar sektor yang belum tercover optimal,” jelasnya.

Sementara itu, pada sektor ekonomi, pemerintah daerah terus memperkuat pemberdayaan UMKM melalui kolaborasi lintas sektor. Tahun 2026, sebanyak 12 OPD ditugaskan mengawal pengembangan UMKM dengan alokasi anggaran Rp16 miliar.

Salah satu program unggulan yang tengah dikembangkan adalah komoditas kacang Tilihuwa. Pemerintah daerah bersama mitra telah melakukan panen perdana dengan hasil mencapai 4 ton, yang akan dipasarkan sebagai produk unggulan dan dipersiapkan untuk ajang nasional.

“Ini langkah nyata dalam membangun kemandirian ekonomi desa. Tilihuwa akan menjadi model pengembangan bagi desa lainnya,” ungkap Sofyan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Gorontalo, Sukri Moonti, menyampaikan bahwa dana yang disalurkan terbagi dalam lima program utama. Di bidang ekonomi produktif, bantuan diberikan kepada puluhan penerima manfaat dan tambahan modal usaha.

Pada sektor kemanusiaan, bantuan mencakup pembangunan rumah layak huni, bantuan korban kebakaran, korban angin puting beliung, hingga pembangunan jamban keluarga. Sementara di bidang pendidikan, bantuan diberikan kepada sejumlah sekolah, termasuk perbaikan fasilitas ibadah.

Untuk sektor kesehatan, bantuan difokuskan pada layanan dasar bagi masyarakat kurang mampu. Sedangkan pada program dakwah, bantuan disalurkan kepada sejumlah masjid, termasuk di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Bupati Sofyan Puhi pun mengapresiasi konsistensi BAZNAS dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat secara profesional.

“BAZNAS adalah mitra strategis pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Saya mengajak seluruh ASN, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi agar manfaatnya lebih luas dan berkelanjutan,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *