penas

boltara
SOSIAL BUDAYA

Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Jelang Ramadan

×

Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Jelang Ramadan

Sebarkan artikel ini
mandi
Illustrasi

mediasulutgo.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, sebagian umat Islam kembali menanyakan hukum serta tata cara mandi wajib sebelum menjalankan puasa. Di sejumlah daerah, mandi pada malam terakhir bulan Syaban kerap dilakukan sebagai tradisi keluarga untuk menyambut Ramadan dengan hati dan tubuh yang bersih.

Secara syariat, mandi wajib sebelum puasa Ramadan tidak termasuk rukun maupun syarat sah puasa. Artinya, puasa tetap sah meskipun seseorang tidak melakukan mandi khusus pada malam pertama Ramadan. Mandi tersebut bersifat sunah, sehingga boleh dikerjakan namun tidak diwajibkan.

Advertisement
mandi wajib
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Yang terpenting dalam puasa adalah niat sebelum fajar. Mandi wajib berkaitan dengan kesucian untuk ibadah lain seperti salat, bukan syarat sah puasa,” demikian penjelasan yang kerap disampaikan dalam kajian fikih.

Mandi wajib atau mandi junub merupakan cara bersuci dari hadas besar. Hadas besar dapat terjadi karena beberapa sebab, antara lain berhubungan suami istri, keluarnya mani, haid, nifas, serta melahirkan. Seseorang yang berada dalam keadaan junub tetap diperbolehkan berpuasa, selama niat puasa telah dilakukan sebelum fajar dan mandi wajib dilaksanakan sebelum menunaikan salat Subuh.

Niat mandi wajib dibaca dalam hati ketika mulai mengguyurkan air ke tubuh, dengan lafaz:

mandi wajib

Nawaitul ghusla li raf’il hadatsil akbari fardhan lillahi ta’ala,

yang berarti niat untuk menghilangkan hadas besar karena Allah Ta’ala.

Adapun mandi besar sunah sebelum Ramadan dapat diniatkan sebagai mandi sunah untuk menyambut bulan suci.

Tata cara mandi wajib dilakukan dengan membaca niat, membasuh kedua tangan, membersihkan bagian tubuh yang terkena najis, berwudu, lalu mengguyurkan air ke kepala dan seluruh tubuh secara merata, dimulai dari sisi kanan kemudian kiri. Air harus dipastikan menyentuh seluruh permukaan kulit agar mandi dinyatakan sah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *