LIMBOTO,mediasulutgo.com – Perayaan Lebaran Ketupat di Kabupaten Gorontalo terus menunjukkan makna yang lebih luas dari sekadar tradisi tahunan. Momentum ini kini menjadi simbol kuat persatuan budaya masyarakat, sebagaimana disampaikan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, saat menghadiri Gebyar Ketupat di Bukit Proja, Rabu (25/03/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Sofyan Puhi mendapat kehormatan menyampaikan sambutan mewakili Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah. Ia menegaskan pentingnya menjaga tradisi yang awalnya dibawa oleh masyarakat Jawa Tondano dan kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Gorontalo.
“Malam ini adalah kehormatan besar. Bagi kami, Gebyar Ketupat bukan sekadar perayaan, tetapi balutan nilai budaya religius yang sudah menjadi identitas kita semua. Tradisi ini terus tumbuh dan mempererat silaturahmi antarwarga,” ujar Sofyan Puhi.
Selain menyoroti pelestarian budaya, pemerintah daerah juga menunjukkan kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Sehari sebelumnya, Pemkab Gorontalo menggelar pasar murah bersubsidi di wilayah Limboto Barat sebagai langkah intervensi harga pangan.
“Kami telah membagikan paket sembako murah berisi tujuh komoditas utama yang bisa ditebus warga dengan harga sangat terjangkau. Ini adalah bentuk perhatian konkret pemerintah agar masyarakat dapat merayakan Lebaran Ketupat dengan tenang tanpa terbebani harga pangan,” tambahnya.
Melalui kemeriahan Gebyar Ketupat di Bukit Proja, Bupati berharap nilai-nilai kebersamaan dan ukhuwah tetap terjaga di tengah masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya keselamatan, khususnya bagi para pengunjung yang memadati lokasi perayaan.
“Selamat merayakan tradisi ketupat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gorontalo. Mari kita rayakan dengan penuh syukur, sembari tetap waspada dalam berlalu lintas agar kegembiraan ini tetap membawa berkah,” pungkasnya.(*)















