Wakili Ketua Apkasi, Nelson Membuka RUA LTKL 2022 di Jakarta

oleh -344 Dilihat
RUA LTKL

JAKARTA, mediasulutgo.com – Bupati Gorontalo yang juga Sekjend Lingkar Temu Kabupaten Lestari Prof. Nelson Pomalingo membuka secara resmi Rapat Umum Anggota Lingkar Temu Kabupaten Lestari (RUA LTKL) tahun 2022, di Jakarta, Selasa, (19/07/22) di JCC Senayan.

Untuk diketahui pula, Kehadiran Nelson Pomalingo membuka kegiatan itu mewakili Ketua Apkasi.

Dalam sambutannya, Bupati Nelson mengatakan, RUA LTKL merupakan rapat rutin yang diselenggarakan setiap tahunnya sebagai wadah untuk memutuskan beberapa keputusan tertinggi. Seperti arah program strategis hingga modeL kepengurusan, seperti pada RUA 2021 lalu yang telah memutuskan deklarasi komitmen kabupaten lestari 2030 untuk melindungi hutan dan gambut di ekosistem yurisdiksi kabupaten hingga menyusun ‘resep’ model kabupaten lestari untuk direplikasi.

Hal tersebut Kata Nelson menjadi landasan bagi kabupaten anggota untuk menyusun strategi dan kerangka intervensi dalam mencapai visi dan misi LTKL sebagai forum menyelaraskan ke dalam target masing-masing kabupaten.

Nelson menambahkan, Tujuan RUA Menyampaikan, mengevaluasi dan mengesahkan laporan tahunan LTKL periode
2021-2022, Menyampaikan dan memutuskan program tahunan LTKL periode 2022-2023. Serta Meluncurkan beberapa produk hasil capaian kabupaten LTKL dan LTKL sebagai asosiasi
pemerintah kabupaten.

“RUA merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi yang melibatkan anggota LTKL dan jejaring mitra dalam menentukan strategi untuk mencapai masyarakat yang sejahtera dan lingkungan yang terjaga,” jelasnya.

Seperti diketahui, Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) adalah asosiasi pemerintah kabupaten yang dibentuk dan dikelola oleh pemerintah kabupaten demi mewujudkan pembangunan lestari yang menjaga lingkungan dan mensejahterakan masyarakat lewat gotong royong multipihak.

LTKL merupakan kaukus pembangunan lestari dari Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang berdiri sejak 21 Juli 2017. Saat ini, LTKL memiliki 9 kabupaten anggota di 6 provinsi di Indonesia dan bekerja berdampingan dengan 26 jejaring mitra multipihak. (if)