Satlantas Polres Gorut Gelar Kegiatan “Strong Point” Bagi Para Pengendara

oleh -342 Dilihat

GORUT, mediasulutgo.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gorontalo Utara (Gorut) mulai menggelar sosialisasi tertib berlalu lintas lewat kegiatan Strong Point bagi para pengendara, dibeberapa titik lokasi rawan macet khususnya dipusat keramaian.

Kapolres Gorontalo Utara, melalui Kasat Lantas Polres Gorut Nurmaya Kasim mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya mewujudkan kehadiran polisi di tengah – tengah masyarakat, khususnya dalam bidang Lalu lintas.

“Jadi hari senin – sabtu kita tempatkan personel kami dititik – titik dalam pengaturan arus lalu lintas. Misalnya di pasar, pertokoan, sekolah maupun di beberapa titik rawan macet dan rawan laka lantas,” ungkap Kasat Nurmaya Kasim kepada awak media, Sabtu (23/07/2022).

Dirinya mengatakan, kegiatan Strong Point ini adalah langkah awal satlantas untuk memberikan teguran kepada pengendara yang tidak mematuhi aturan lalu lintas saat berkendara. Contohnya, pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm.

“Jika ada pengendara kita berhentikan dulu, karena ini belum ada penindakan baru tahap sosialisasi. Jadi kita memberikan himbauan khususnya di daerah kita ini, terutama pengendara yang tidak menggunakan helm standar SNI” ujarnya.

Selain itu, program Strong Point ini juga sebagai aksi nyata segenap jajaran Polres, dalam rangka mengoptimalkan kegiatan pelayanan kepolisian terhadap seluruh lapisan warga masyarakat.

“Apakah itu pengemudi, pengendara, pedagang, karyawan, pegawai kantoran, anak sekolah, dan sebagainya. Sehingga demikian stabilitas kamtibmas dapat terus terjaga dengan baik,” tambahnya.

 

 

Wanita berpangkat Inspektur Polisi Satu (IPTU) itu menambahkan, kegiatan Strong Point ini masih dalam tahap disosialisasikan. Ia menegaskan sebulan kemudian sudah memasuki tindakan berupa penilangan terhadap pengendara yang tidak mematuhi aturan.

“Jadi di Gorut sendiri mulai minggu ini kita sosialisasi dulu, berupa teguran himbauan. Tetapi bulan depan kita sudah mulai memasuki tindakan berupa penindakan. Kalau misalnya tidak menggunakan helm, termasuk kelengkapan lainnya kita sudah terapkan tilang sesuai dengan undang – undang lalu lintas,” tandasnya.(Srm)