penas

boltara
EKONOMI BISNISJakartaNASIONAL

Prabowo Bongkar Pihak yang Takut MBG Sukses

×

Prabowo Bongkar Pihak yang Takut MBG Sukses

Sebarkan artikel ini
Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menegaskan program makan bergizi gratis (MBG) akan terus dilanjutkan meski disebut banyak pihak merasa khawatir program tersebut berhasil. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri kegiatan di Cilacap, Jawa Tengah.

Menurut Prabowo, MBG kini telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat dan akan terus diperluas hingga menyasar sekitar 82 juta masyarakat Indonesia. Ia mengakui masih ada berbagai kekurangan dalam pelaksanaan program, namun pemerintah memastikan seluruh kendala akan dibenahi secara bertahap.

Advertisement
Prabowo
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Kita akan teruskan sampai selesai. Banyak kekurangan, kita selesaikan. Banyak yang takut ini berhasil,” ujar Prabowo.

BACA JUGA  Batas Lapor SPT Pajak 2025 Berakhir Hari Ini, Telat Kena Denda

Prabowo menilai ada pihak-pihak tertentu yang merasa dirugikan sejak program MBG mulai berjalan. Salah satunya terkait perubahan pola penyerapan hasil pertanian dan perikanan yang kini mulai langsung terhubung dengan dapur-dapur MBG di daerah.

Ia menyebut petani dan nelayan kini mulai memiliki kepastian pasar karena hasil produksi mereka dapat langsung diserap untuk kebutuhan program pangan nasional tersebut.

“Sekarang hampir semua petani dan nelayan punya jaminan pasar offtaker. Berapa yang dia hasilkan akan diserap,” katanya.

Prabowo juga menegaskan pemerintahannya akan tetap berada di pihak rakyat dan melanjutkan program-program yang dianggap memberi dampak langsung bagi masyarakat kecil.

BACA JUGA  Mei 2026 Dibanjiri Libur Panjang, Ada Peluang Cuti 6 Hari

Sementara itu, pemerintah terus mempercepat pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah untuk mendukung target besar MBG. Badan Gizi Nasional bahkan mulai menggandeng perguruan tinggi agar ikut membangun dan mengelola dapur MBG secara mandiri.

Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut kampus memiliki peluang besar terlibat dalam rantai pasok pangan nasional melalui program tersebut. Menurutnya, satu SPPG membutuhkan pasokan pangan dalam jumlah besar mulai dari beras hingga jagung untuk kebutuhan pendukung lainnya.

“Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa pasokannya berasal dari sivitas akademika sendiri,” ujar Dadan di Makassar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *