Scroll keatas untuk lihat konten
GORONTALOHEADLINESSOSIAL BUDAYA

Hadiri Pengukuhan Lembaga Adat Gorontalo, Sjafrudin Mosii Bilang Ini ?

153
×

Hadiri Pengukuhan Lembaga Adat Gorontalo, Sjafrudin Mosii Bilang Ini ?

Sebarkan artikel ini

Gorontalo Mediasulutgo.com- Pengurus Lembaga Adat Provinsi Gorontalo, Periode 2023-2028,resmi dikukuhkan, Sabtu (29/7). Pengukuhan berlangsung di Gedung Kasmta Lahay Limboto tersebut turut dihadiri, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Mantan Wakil Gubernur, Dr. Idris Rahim. Lembaga adat Kabupaten/ Kota serta undangan lainnya termasuk para tokoh putra terbaik Gorontalo yang telah diberikan gelar adat (Pulanga).

Dr. Sjafrudin Mosii,SE,MM,CSFA, pemangku Gelar adat, Ti Molotuleteya Upango Lipu yang berarti Putra terbaik indonesia kelahiran Gorontalo yang tekun dan teliti mengawasi harta negara, menyampaikan selamat kepada pengurus Lembaga adat provinsi Gorontalo periode 2023-2028.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Saya diundang karena pemangku adat,”kata Sjafrudin Mosii merupakan mantan Auditor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI).

Lembaga adat sesuai tugasnya adalah membina dan melestarikan budaya, dan adat istiadat serta hubungan Lembaga adat dengan pemerintah desa dan pemerinaah daerah. Selanjutnya memiliki fungsi,menampung dan menyalurkan pendapat atau aspirasi masyarakat kepada pemerintah desa dan pemerintah daerah serta menyelesaikan perbedaan yang menyangkut adat -istiadat, budaya dan kebiasaan kebiasaan masyarakat.

Karena itu, Sjafrudin Mosii, yang pernah menjadi Anggota Dewan Pengawas RSUP Prof Kandou, di Sulawesi Utara itu mengatakan, tugas kita di Lembaga adat, mengembangkan, melestarikan dan menjaga adat istiadat dan budaya Gorontalo.

“Saya berharap, karena ini Lembaga resmi yang dibentuk oleh Pemerintah daerah berdasarkan Perda, maka kepada pengurus baru dikukughkan agar segera berkerja dan menyusun program kerja,” harap Sjafrudin Mosii yang pernah menduduki jabatan Staf Ahli Bidang BUMN BPK-RI.

semboyan Gorontalo Adat Bersendikan Syara’, Syara’ Bersendikan Kitabullah yang diterjemahkan dalam kehidupan sehari -hari. Ada lagi, Gorontalo itu sebutan Serambi Madinah

“Mudah-mudahan dengan terbentuknya Lembaga adat yang resmi ini , semuanya bisa dibahas, dikaji dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, apalagi Adat Bersendikan Syara’, Syara’ Bersendikan Kitabullah,merujuk pada Al-Quran dan ini luar biasa jika semua orang Gorontalo mengimplementasikan semboyan ini agar kita jadi sejuk,”tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *