Bupati Nelson Sebut Sektor Peternakan di Gorontalo Miliki Potensi Luar Biasa

oleh -160 Dilihat
Bupati Gorontalo Prof Nelson Pomalingo pada Pelayanan Kesehatan Hewan dan Vaksinasi Anthraks, di Kelurahan Hutuo Kecamatan Limboto
Bupati Gorontalo Prof Nelson Pomalingo pada Pelayanan Kesehatan Hewan dan Vaksinasi Anthraks, di Kelurahan Hutuo Kecamatan Limboto

LIMBOTO, mediasulutgo.com- – Sektor peternakan di Provinsi Potensi Gorontalo luar biasa. Karena selain sukses jagung, maka sektor yang harus sukses berikutnya adalah bidang ternak.

Hal itu disampaikan Bupati Gorontalo Prof Nelson Pomalingo, saat memberikan sambutan pada Pelayanan Kesehatan Hewan dan Vaksinasi Anthraks, di Kelurahan Hutuo Kecamatan Limboto, Sabtu (15/01/22).

Kegiatan dalam rangka Merayakan HUT ke-69 Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) itu diselenggarakan Dinas Perikanan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo. Tampak hadir Wakil Bupati Gorontalo Hendra Hemeto, camat Limboto, para mahasiswa peternakan, serta kelompok ternak Hubuo Kelurahan Hutuo.

Lebih lanjut Bupati dua periode mengatakan, mendorong agar program peternakan di daerah lebih maju lagi dari sebelumnya. Kondisi geografis Gorontalo sangat potensial untuk mengembangkan dunia peternakkan dibandingkan sektor-sektor lain.

Selain jagung yang telah sukses di kelola pemerintah sejak beberapa tahun terakhir, dunia peternakan mestinya menjadi sektor kedua yang harus berhasil ketimbang bidang lain di Gorontalo.

Kemudian luas lahan untuk area peternakan seperti Sapi di Kabupaten Gorontalo masih sangat luas. Hal ini tentu menjadi modal utama para peternak atau kelompok peternakan dalam mengembangkan usaha ternak. Di samping itu, pakan ternak seperti jagung sangat murah serta muda didapatkan.

“Kami juga terus menyediakan sejumlah fasilitas seperti puskesmas hewan. Saat ini sudah ada 3 Puskeswan yang ada di Kabupaten Gorontalo termasuk mendorong Rumah Pemotongan Hewan (RPH) karena saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo telah bekerjasam dengan Provinsi DKI Jakarta dalam hal ekspor daging ,” pungkas Nelson.