BOLTARA,mediasulutgo.com — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) mendorong generasi muda memanfaatkan teknologi digital untuk melestarikan sejarah dan budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Dialog Budaya dan Sejarah Lokal bertema “Local Heritage, Digital Generation: Menguatkan Identitas Budaya melalui Literasi Digital” yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltara di Coconut Beach Resto, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Boltara yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Fadly T. Usup, S.E., M.M.
Dalam sambutannya, Fadly menegaskan bahwa dialog budaya menjadi ruang penting untuk menggali nilai-nilai luhur sekaligus memperkuat identitas daerah. Sebagai wilayah eks swapraja, Boltara memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang harus terus dijaga, dikembangkan, serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial atau sekadar mengenang tradisi masa lalu. Kekayaan budaya daerah harus dihidupkan melalui upaya nyata agar tetap dikenal dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.
Fadly juga menilai pemanfaatan teknologi digital menjadi peluang besar untuk memperluas jangkauan pelestarian budaya. Sejarah lokal, tradisi lisan, adat istiadat, dan berbagai warisan budaya Boltara dapat didokumentasikan serta dipromosikan melalui media digital.
Prinsip Local Heritage, Global Reach atau warisan lokal dengan jangkauan global, menurutnya, dapat menjadi dorongan bagi masyarakat untuk memperkenalkan identitas budaya Boltara kepada khalayak yang lebih luas.
Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga tampil sebagai pelaku utama pelestarian budaya melalui pembuatan konten kreatif, dokumentasi sejarah, dan pemanfaatan media digital secara positif.
Dalam kesempatan tersebut, Fadly menekankan empat hal penting, yakni memperkuat dokumentasi budaya, melibatkan generasi muda secara aktif, meningkatkan literasi digital, serta membangun kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, tokoh adat, budayawan, sejarawan, dan dunia pendidikan.
Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar upaya pelestarian budaya berjalan secara terarah dan mampu menjawab tantangan perubahan zaman.
Dialog tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltara, para narasumber, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), camat atau perwakilannya, tokoh adat, budayawan, sejarawan, serta perwakilan pelajar dan mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Boltara berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sejarah dan budaya lokal semakin meningkat, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu menjaga identitas daerah melalui kreativitas dan literasi digital.(**)















