LIMBOTO,mediasulutgo.com – Angka kemiskinan di Kabupaten Gorontalo menunjukkan tren penurunan signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin pada 2026 tercatat sebesar 13,56 persen, turun 1,33 poin persentase dibandingkan 2025 yang mencapai 14,89 persen.
Penurunan tersebut juga tercermin dari berkurangnya jumlah penduduk miskin sebanyak 5.000 orang. Dari sebelumnya 56,13 ribu orang pada 2025, kini tercatat 51,13 ribu orang pada 2026.
Capaian ini menjadi sinyal positif bagi pembangunan daerah sekaligus menunjukkan adanya kemajuan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gorontalo.
Jika ditarik dalam rentang waktu lebih panjang, tren perbaikan tersebut terlihat semakin jelas. Pada 2018, persentase penduduk miskin di Kabupaten Gorontalo masih berada di angka 19,84 persen. Artinya, dalam kurun waktu tersebut angka kemiskinan telah turun 6,28 poin persentase.
Perkembangan ini menjadi modal penting bagi Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk memperkuat program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Berbagai program pembangunan dan intervensi sosial diharapkan mampu memperluas kesempatan ekonomi, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat perlindungan bagi kelompok masyarakat rentan.
Meski demikian, tantangan pengentasan kemiskinan masih cukup besar. Persentase penduduk miskin Kabupaten Gorontalo pada 2026 masih berada di atas rata-rata Provinsi Gorontalo yang tercatat sebesar 12,16 persen.
Di tingkat provinsi, persentase kemiskinan tertinggi tercatat di Kabupaten Gorontalo Utara sebesar 15,41 persen, sedangkan terendah berada di Kota Gorontalo sebesar 4,69 persen.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa penurunan angka kemiskinan perlu terus diikuti dengan kebijakan yang terarah dan berkelanjutan.
Penguatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan usaha mikro, peningkatan akses terhadap layanan dasar, serta ketepatan sasaran bantuan sosial menjadi sejumlah langkah penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas.
Data tersebut bersumber dari Berita Resmi Statistik BPS Kabupaten Gorontalo dan BPS Provinsi Gorontalo yang diolah berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret.
Capaian 2026 diharapkan menjadi dorongan bagi pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga tren positif tersebut. Sebab, keberhasilan pembangunan bukan sekadar menurunkan angka statistik, melainkan memastikan semakin banyak keluarga mampu keluar dari kemiskinan dan menikmati kehidupan yang lebih sejahtera.(**)















