Fory Naway : Tolobalango Wawu Dutu Adalah Warisan Budaya Patut dilestatikan

oleh -135 Dilihat
Fory Naway : Tolobalango Wawu Dutu Adalah Warisan Budaya Patut dilestatikan
Fory Naway : Tolobalango Wawu Dutu Adalah Warisan Budaya Patut dilestatikan
Fory Naway : Tolobalango Wawu Dutu Adalah Warisan Budaya Patut dilestatikan

LIMBOTO, mediasulutgo.com— Pengenalan budaya Gorontalo kepada generasi muda penting agar anak -anak didik sebagai generasi penerus tidak punah digilas zaman.

Latar belakang inilah Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui dinas pendidikan dan kebudayaan melaksanakan Kegiatan Pohutu Adati Lo Hulondalo dengan rangkaian kegiatan Sadela Tolobalango Wawu Dutu Lomongoditimoli, Rabu (10/8/2022).

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo, Prof. Fory Naway menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanan kegiatan ini karena menyasar kepada anak – anak didik tingkat SD dan SMP se Kabupaten Gorontalo.

“Pengenalan budaya kepada khususnya tingkatan anak didik berupa prosesi budaya Tolobalango Wawu Dutu Adalah Warisan Budaya Patut dilestatikan,” Kata Fory Naway diwawancarai usai memghadiri kegiatan tersebut di rumah adat Limboto.

Ia mengatakan, Ragam budaya beraneka merupakan keharusan untuk mengenalnya terutama anak -anak didik sebagai generasi penerus yang tidak bisa lepas dari budaya.

” sesuai harapan Pak Bupati budaya di Gorontalo harus dilestarikan. baik bahasanya, pelaksanaan adat istiadat dan juga kesenian terkait pelestarian budaya itu sendiri,” ujar fory Naway

Untuk kegiatan Tolobalango Wawu Dutu adalah bagian proses kepunyaaan kita semua dan setiap saat mengwali pernikahan atau perkawinan di Gorontalo.

“Alhamndulillah, kegiatan dilaksanakan hari ini adalahn bagian memperlihatkan dan memperkenalkan berbagai etape -etape prosesi Dutua lo Adati dari awal pelamaran sampai modutu lengkap dengan berbagai buah -, buah yang memiliki makna dan arti tersendiri,” pungkas Fory Naway.

Lanjut Fory, Budaya ini yang unik yang kita punyai di Gotontalo dan merupakan kebanggaan kita semua. Pelestarian budaya ini disamping anak anak mengenal budaya tapi kita lebih pada mengenal bahasa daerah yanh benar – benar sulit tapi kalau kita belajar semua akah menjadi mudah

Bunda PAUD Kabupaten Gorontalo itu berharap, Kedepan ini menjadi kurikulum ektra kurikuler yang memang bagian bahasa daerah lebih khusus memperdalam seni budaya sebagai nilai leluhur orangbtya terdahulu.

Fory pun meyakini,dari pelaksanaan kegiatan ini akan
berimbas pada pendidkan karakter dan perilaku. bagaimana anak anak itu dibina tutur katanya, komunikasi saling menghargai satu sama lain terutama menghargai orang tua,petuah – petuah.

“Lebih dalam lagi, imbasnya saling merasa dan memiliki antara dengan lainnya serta saling memiliki rasa kekeluargaan
dalam datu bahasa sehingga bahasa gorontalo merupakan panutan dan nilai leluhur kita yang terus terpelihara dan dilestarikan,” ungkapnya.

Bahkan, kedepan pelatihan budaya ini akan diperkenalkan kepada ketua – ketua PKK kecamatan dan desa. Mereka harus memahami budaya sebagai pelaksana ditingkat bawah.