LIMBOTO,mediasulutgo.com — Pemerintah Kabupaten Gorontalo secara resmi melepas 149 penyuluh pertanian dan peternakan yang kini beralih status kepegawaian di bawah naungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Penyerahan surat keputusan peralihan status tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Gorontalo H. Sofyan Puhi bersama Wakil Bupati H. Tonny S. Junus dalam kegiatan bertajuk Harmoni Pengabdian yang digelar di Limboto, Senin (29/12/2025).
Peralihan status ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025 tentang percepatan swasembada pangan nasional. Dari total penyuluh yang dilepas, sebanyak 130 orang merupakan penyuluh pertanian dan 19 lainnya penyuluh peternakan yang kini secara administratif menjadi pegawai pusat.
Bupati Sofyan Puhi menegaskan bahwa meskipun secara struktur kepegawaian para penyuluh berada di bawah kementerian, peran dan pengabdian mereka di Kabupaten Gorontalo tidak akan berubah. Ia menekankan pentingnya sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat demi menjaga keberlanjutan pembangunan sektor pertanian.
“Ini bukan sekadar perubahan administrasi. Pemerintah daerah tetap menjalin sinergitas dan kolaborasi dengan Kementerian Pertanian. Para penyuluh tetap bekerja di Kabupaten Gorontalo untuk mendukung kesejahteraan petani,” ujar Sofyan dalam sambutannya.
Menurutnya, kehadiran penyuluh dengan status baru diharapkan mampu menjadi penguat pendampingan teknis bagi petani, terutama dalam menghadapi tantangan pertanian modern yang menuntut inovasi dan adaptasi teknologi. Ia berharap para penyuluh semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas layanan dan pendampingan di lapangan.
Dengan status sebagai pegawai pusat, jalur koordinasi antara daerah dan pemerintah pusat dinilai akan semakin efektif. Pemerintah daerah optimistis hal ini akan mempercepat distribusi program strategis, bantuan pertanian, serta penerapan hasil riset dan modernisasi pertanian yang tengah digencarkan secara nasional.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Badan Riset dan Modernisasi Pertanian, Sumarni, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo Darwan Usman, serta Kepala Dinas Peternakan Efendi Manyoe. Momentum ini sekaligus menandai babak baru penguatan peran penyuluh sebagai penghubung kebijakan pusat dan kebutuhan riil petani di Gorontalo, demi mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan yang berkelanjutan.














