KAB GORONTALOGORONTALO

Satu Tahun Restorasi, Kab Gorontalo Kian Menguat

×

Satu Tahun Restorasi, Kab Gorontalo Kian Menguat

Sebarkan artikel ini

LIMBOTO,mediasulutgo.com – Tepat 20 Februari 2025 menjadi titik awal babak baru kepemimpinan di Kabupaten Gorontalo. Di bawah kepemimpinan Bupati Sofyan Puhi dan Wakil Bupati Tonny S. Junus, arah pembangunan ditegaskan melalui visi Restorasi Kabupaten Gorontalo Berkemajuan dan Berkelanjutan.

Memasuki satu tahun perjalanan, berbagai langkah nyata mulai menunjukkan hasil. Restorasi tidak dimaknai sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan penataan ulang fondasi daerah dengan menguatkan nilai, memperbaiki tata kelola pemerintahan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat agar lebih merata dan berkeadilan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pembangunan karakter menjadi pijakan awal. Program Navigasi Iman rutin dilaksanakan setiap Jumat di Masjid Agung Baiturrahman Limboto sebagai ruang refleksi spiritual bagi aparatur dan masyarakat. Penggunaan bahasa daerah setiap Jumat kembali dihidupkan sebagai bagian dari penguatan identitas lokal dan kebanggaan kedaerahan. Di Banthayo Poboide, nilai sejarah dan adat terus diteguhkan melalui berbagai prosesi adat seperti Mopotilolo, menjadikan tradisi bukan sekadar seremoni, melainkan warisan hidup yang mengakar di tengah masyarakat.

Di bidang sosial dan kesehatan, pemerintah daerah menjalankan berbagai program strategis, mulai dari makanan bergizi gratis, pemeriksaan kesehatan massal, bantuan bagi penyandang disabilitas dan lansia, penyediaan rumah layak huni melalui Baznas, Zona Aman PAUD, hingga percepatan penurunan stunting. Dampaknya tercermin pada Indeks Pembangunan Manusia tahun 2025 yang mencapai 71,54 atau masuk kategori tinggi, dengan angka harapan hidup 71,26 tahun. Kepesertaan JKN tercatat 101,03 persen dengan dukungan subsidi kesehatan daerah sebesar Rp41 miliar. Angka kemiskinan menurun menjadi 14,89 persen, sementara inflasi tetap terkendali di angka 2,54 persen.

Penguatan ekonomi rakyat terus digerakkan melalui pelaksanaan Car Free Day “Ayo ke Limboto” dan Car Free Night yang menjadi ruang promosi produk UMKM. Sebanyak 12 perangkat daerah ditugaskan sebagai pengampu UMKM untuk memperluas akses pasar dan mendorong transaksi non-tunai. Di sektor pertanian, bantuan 105 ton benih jagung hibrida, program UPLAND 100 hektare pisang gapi, pembangunan 16,7 kilometer jalan usaha tani, penguatan embung dan irigasi, serta bantuan ternak ayam dan sapi menjadi langkah konkret dalam menopang produktivitas petani. Pendapatan Asli Daerah juga melampaui target dengan realisasi Rp189,9 miliar atau 101,40 persen.

Di sisi tata kelola, reformasi birokrasi dan pembangunan infrastruktur terus dipercepat melalui digitalisasi pemerintahan, penerapan tanda tangan elektronik, penguatan sistem pemerintahan berbasis elektronik, hingga implementasi QRIS Desa. Rencana pembangunan Mall Pelayanan Publik disiapkan sebagai wajah baru layanan yang cepat, transparan, dan terintegrasi. Program TMMD ke-126 di Desa Tuladenggi membangun 1.143 meter rabat beton untuk membuka akses ekonomi desa, sementara progres pembangunan jembatan rangka baja di Pulubala memperkuat konektivitas antarwilayah. Di wilayah pesisir Batuda’a Pantai, Kampung Nelayan Merah Putih dibangun dan 60 E-Pas Kecil gratis diserahkan kepada nelayan sebagai wujud kehadiran negara hingga ke lapisan terbawah. Sebanyak 3.013 PPPK Paruh Waktu juga dilantik untuk memperkuat pelayanan publik dan memberi kepastian bagi tenaga pengabdian.

Berbagai capaian tersebut mengantarkan Kabupaten Gorontalo meraih sejumlah penghargaan nasional, antara lain Penais Award, tiga Treasury Awards, peringkat III Nasional Pelayanan KB, Rekor MURI 57.936 Akseptor IUD, masuk 75 besar nasional, UHC Award 2026 kategori umum, serta Opini WTP ke-15 kali berturut-turut. Kabupaten Gorontalo juga sukses menjadi tuan rumah Perkemahan Saka Nasional 2025 di Bumi Perkemahan Bongohulawa, menegaskan kapasitas daerah dalam mendukung agenda berskala nasional.

Satu tahun pertama kepemimpinan menjadi fase menanam fondasi pembangunan jangka panjang. Restorasi yang digagas merupakan proses berkelanjutan untuk menghadirkan pemerintahan yang religius dalam karakter, kuat dalam ekonomi rakyat, serta modern dalam tata kelola.

“Dolo ito mopo’o lamahu lipu lipuntho limutu hulondhalo.” Kabupaten Gorontalo kini melangkah dengan fondasi yang semakin kokoh menuju daerah yang bertumbuh, berkemajuan, dan berkelanjutan.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *