EKONOMI BISNISGORONTALOHEADLINESKAB GORONTALO

Program UPLAND Ubah Wajah Pertanian Gorontalo, Pisang Gapi Jadi Ikon Baru Daerah

×

Program UPLAND Ubah Wajah Pertanian Gorontalo, Pisang Gapi Jadi Ikon Baru Daerah

Sebarkan artikel ini

LIMBOTO, mediasulutgo.com – Program UPLAND Gorontalo di bawah koordinasi PIU Gorontalo yang dipimpin oleh Sofyan Husin kini menjadi tonggak penting dalam transformasi sektor pertanian daerah. Program yang berfokus di wilayah Dulamayo Selatan, Toyidito, dan Puncak ini berhasil mengubah lahan miring tak produktif menjadi kawasan pertanian modern dan bernilai ekonomi tinggi.

Sebelum hadirnya UPLAND, sebagian besar petani hanya mengandalkan jagung di lahan terbatas, dengan minimnya akses terhadap jalan tani, irigasi, sarana produksi, hingga pasar. Namun kini, setelah implementasi program tersebut, sekitar 100 hektare lahan berhasil dioptimalkan untuk budidaya pisang gapi, yang digadang-gadang menjadi ikon baru pertanian Gorontalo.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Melalui UPLAND, kami telah membangun 16,7 kilometer jalan usaha tani, dua embung, dan 26 unit irigasi perpipaan. Dampaknya langsung terasa — produktivitas meningkat, akses petani membaik, dan biaya logistik menurun,” ujar Sofyan Husin, Rabu (29/10), di ruang kerjanya.

Selain infrastruktur, dukungan terhadap petani juga masif. Sebanyak 62.500 bibit pisang, 412 ton pupuk kandang, 10,5 ton pupuk NPK, serta alat pertanian modern seperti 11 kendaraan roda tiga, 5 cultivator, 16 lawn mower, dan 91 hand sprayer telah disalurkan. Penguatan kelembagaan dilakukan lewat pembentukan Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani, dan Koperasi Produsen berbadan hukum.

Sofyan menambahkan, peningkatan kapasitas petani menjadi perhatian utama. Berbagai pelatihan digelar, mulai dari budidaya pisang hulu-hilir, pengelolaan kelembagaan dan keuangan, hingga pemasaran digital. Upaya ini membuka peluang pasar yang lebih luas, bahkan menarik minat investor dari Malaysia dan Jepang untuk menjajaki kerja sama ekspor produk pisang Gorontalo.

Produk olahan seperti keripik pisang aneka rasa hasil UKM binaan kini mulai diminati pasar luar negeri. Harga pisang di tingkat petani juga meningkat tajam, kini berkisar Rp10.000–Rp20.000 per sisir, tergantung musim dan permintaan.

Selain itu, keberadaan UPPO Biogas yang memproduksi pupuk organik turut mendorong penerapan ekonomi sirkular di kalangan petani. Infrastruktur pertanian yang dibangun tidak hanya memberi manfaat bagi penerima program, tetapi juga masyarakat sekitar.

“Dengan seluruh capaian ini, UPLAND Gorontalo terbukti menjadi katalis perubahan menuju pertanian berkelanjutan, produktif, dan berdaya saing tinggi, sekaligus menjadikan Gorontalo sebagai model sukses transformasi pertanian terpadu di Indonesia,” pungkas Sofyan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *