GORONTALOHEADLINESKAB GORONTALO

Jawab Tantangan Pengangguran, Nakertrans Kabupaten Gorontalo Siapkan UMKM Baru Berbasis Keterampilan

×

Jawab Tantangan Pengangguran, Nakertrans Kabupaten Gorontalo Siapkan UMKM Baru Berbasis Keterampilan

Sebarkan artikel ini

LIMBOTO|Mediasulutgo.com – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus memperkuat komitmen mendorong UMKM naik kelas melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Dari 12 OPD pengampu UMKM, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Gorontalo hadir dengan pendekatan yang berbeda, yakni membangun UMKM baru berbasis penguatan keterampilan kerja (skill).

Pada Tahun Anggaran 2026, Dinas Nakertrans mengalokasikan anggaran sekitar Rp500 juta untuk program pelatihan keterampilan yang menyasar langsung para pencari kerja yang memiliki minat dan tekad kuat untuk membuka usaha mandiri.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Gorontalo, Kisman Ishak, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang sesuai regulasi Kementerian Ketenagakerjaan, dengan fokus utama pada peningkatan kompetensi tenaga kerja sebelum diberikan dukungan sarana usaha.

“Sasaran program kami memang berbeda dengan OPD lain. Sesuai regulasi Kementerian Ketenagakerjaan, program ini diawali dengan pelatihan. Kita perkuat dulu skill peserta, baru kemudian didukung dengan peralatan usaha sesuai bidangnya,” ujar Kisman.

Ia mengungkapkan, terdapat empat paket pelatihan utama yang disiapkan Nakertrans untuk menjawab kebutuhan pasar kerja sekaligus membuka peluang usaha yang realistis di masyarakat.

Paket pertama adalah pelatihan pertukangan bangunan gedung, yang menyasar pencari kerja dengan minat di sektor konstruksi.

Paket kedua yakni pelatihan desain grafis, khususnya untuk pengembangan usaha cetak kaus yang saat ini memiliki tren dan pangsa pasar yang luas.

“Ini peluang besar agar pencari kerja bisa lebih mandiri dan tidak terus bergantung pada lowongan kerja formal,” jelasnya.

Paket ketiga adalah pelatihan mesin pendingin dan servis AC. Menurut Kisman, sektor ini masih sangat minim tenaga terampil, sementara kebutuhan jasa servis AC terus meningkat di masyarakat.

“Tenaga servis AC masih sangat terbatas, padahal kebutuhannya tinggi. Ini peluang usaha yang sangat menjanjikan,” katanya.

Sementara paket keempat menyasar pelatihan usaha makanan dan minuman, khususnya minuman lokal yang tengah digemari pasar seperti coffee street dan minuman tradisional kekinian, termasuk saraba.

Setiap paket pelatihan diikuti oleh 16 peserta, sehingga total peserta yang terakomodir mencapai 64 orang. Seluruh peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan keterampilan, tetapi juga bantuan bahan dan peralatan usaha secara perorangan, bukan berbasis kelompok.

“Intervensi kita jelas. Setelah dibekali ilmu dan keterampilan, peserta langsung kita bantu peralatan sesuai bidangnya agar bisa segera memulai usaha,” tegas Kisman.

Ia menambahkan, sasaran utama program ini adalah pencari kerja yang benar-benar memiliki kemauan untuk berwirausaha. Melalui pendekatan pelatihan berbasis skill dan dukungan peralatan perorangan, diharapkan dapat melahirkan UMKM baru yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing.

Program ini sekaligus menegaskan peran strategis Dinas Nakertrans sebagai OPD teknis pengampu UMKM yang berorientasi pada penciptaan wirausaha berbasis kompetensi, bukan sekadar pemberian bantuan seremonial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *