Mediasulutgo.com – Lembaga Swadaya Masyarakat Garda Timur Indonesia (LSM GTI) mendatangi Markas Kodam XIII/Merdeka untuk mendapatkan penjelasan resmi terkait isu keterlibatan personel TNI dalam eksekusi lahan Corner52.
Langkah ini dilakukan menyusul beredarnya spekulasi yang mencoba menggiring opini publik seolah TNI bertindak tanpa dasar hukum.
Dalam pertemuan pada Kamis (27/11/25), LSM GTI menegaskan akan menolak keras setiap upaya yang menyeret TNI ke dalam konflik kepentingan, terutama jika bermuatan provokasi atau informasi menyesatkan.
Kapendam Kodam XIII/Merdeka, Kolonel Inf Daniel E. S. Lalawi menjelaskan bahwa kehadiran personel TNI di lokasi dilakukan secara resmi dan sesuai prosedur.
“TNI hanya memberikan bantuan jika ada permintaan resmi dari kepolisian, dan tidak terlibat dalam substansi sengketa lahan maupun berpihak pada pihak manapun,” tegasnya.
Karena kata dia bahwa, Kodam, Korem, Kodim, hingga satuan paling bawah wajib memantau situasi wilayah masing-masing, khususnya di daerah yang berpotensi menimbulkan konflik, meski tanpa permintaan resmi.
Sementara itu, Ketum LSM GTI Fikri Alkatiri menekankan pentingnya klarifikasi ini. Sebab kata Fikri ada pihak-pihak tertentu yang mencoba memanfaatkan isu ini untuk menciptakan kegaduhan publik. LSM GTI juga memperingatkan oknum yang menyebarkan hoaks terkait pelibatan TNI.
“Kami akan mengawal kasus ini dan mendesak Polda Sulut menangkap aktor serta pemicu kericuhan, termasuk insiden pemukulan dan intervensi terhadap Ketua PN. Di Indonesia, tidak ada oknum atau kelompok yang kebal hukum,” terangnya. (Rilis Humas LSM GTI)














