SOSIAL BUDAYAGORONTALOKAB GORONTALO

Bahasa Gorontalo Resmi Masuk Kurikulum Sekolah, Bupati Tegaskan Jadi Penentu Karier Pejabat

×

Bahasa Gorontalo Resmi Masuk Kurikulum Sekolah, Bupati Tegaskan Jadi Penentu Karier Pejabat

Sebarkan artikel ini

LIMBOTO,mediasulutgo.com — Bahasa daerah Gorontalo kini naik kelas. Tak lagi hanya hidup di ruang keluarga dan percakapan sehari-hari, bahasa Gorontalo resmi menjadi bagian wajib dalam dunia pendidikan. Kebijakan ini ditegaskan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, saat membuka Sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 23 Tahun 2025 tentang Kurikulum Muatan Lokal di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (22/12/2025).

Peraturan tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya Pemerintah Kabupaten Gorontalo memperkuat karakter peserta didik melalui kearifan lokal. Di tengah derasnya pengaruh globalisasi, bahasa Gorontalo ditempatkan sebagai fondasi identitas budaya yang harus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan formal.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sofyan menegaskan, pendidikan sejatinya tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan jati diri. Bahasa daerah, menurutnya, memuat nilai, etika, dan karakter masyarakat Gorontalo yang tidak bisa digantikan oleh bahasa lain.

Ia menilai, tanpa kurikulum yang berakar pada budaya lokal, pendidikan berisiko kehilangan ruhnya sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, penggunaan bahasa Gorontalo perlu dibiasakan secara sistematis di sekolah, bukan sekadar dikenalkan secara simbolik.

Komitmen pelestarian budaya tersebut, lanjut Sofyan, juga diterapkan di lingkungan birokrasi. Pemerintah daerah telah mendorong aparatur sipil negara untuk aktif menggunakan dan memahami budaya Gorontalo, salah satunya melalui lomba pidato bahasa Gorontalo antar organisasi perangkat daerah.

Lebih jauh, Sofyan menegaskan bahwa pemahaman adat dan budaya Gorontalo ke depan akan menjadi faktor strategis dalam jenjang karier birokrasi. Penguasaan budaya lokal akan dijadikan indikator penting dalam uji kompetensi dan seleksi pejabat pemerintah daerah.

Menurutnya, pejabat yang tidak memahami adat dan budaya Gorontalo akan mengalami kesulitan dalam menduduki posisi strategis karena minimnya pemahaman terhadap nilai-nilai lokal yang hidup di tengah masyarakat.

Bupati Gorontalo itu mengajak seluruh tenaga pendidik dan masyarakat menjadikan kurikulum muatan lokal sebagai tanggung jawab bersama, bukan sekadar pemenuhan administrasi. Dengan adanya payung hukum yang jelas, ia optimistis bahasa dan budaya Gorontalo akan terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Di hadapan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta para pendidik, Sofyan menutup arahannya dengan ajakan untuk menjaga budaya lokal sebagai fondasi pendidikan yang berkarakter dan berjati diri Gorontalo.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *