LIMBOTO|Mediasulutgo.com – Bupati Gorontalo Sofyan Puhi memimpin rapat pimpinan evaluasi pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan tahun 2026 dan memasuki Bulan Suci Ramadhan 1447 H di Ruang Dulohupa Kantor Bupati Gorontalo Jumat, (06/02).
Dihadapan forum Rapim yang turut dihadiri Wakil Bupati Tonny Junus, , para asisten, Pimpinan OPD dan Camat. Bupati Sofyan menekankan hasil paparan di forum ini menjadi bahan evaluasi kedepan minimal sudah ada yang sudah terselesaikan.
“Untuk APBD 2026 ada beberapa program prioritas Pemerintah Kabupaten Gorontalo yang segera direalisasi sebagai tuan rumah pelaksanaan Pekan Nasional Petani dan Nelayan (PENAS) tahun 2026 di bulan Juli mendatang yakni pembagunan gerai umkm center.
Lebih lanjut Sofyan menyampaikan, langka pemerintah dalam menyiapkan diri sebagai tuan rumah event nasional menata Booth Roda bagi pedagang yang berjualan di depan Kantor Camat Limboto hingga samping PLN sehingga tidak terlihat kumu.
Selain itu program Pemberian voucher BBM kepada para pengemudi bentor, di prioritaskan yang berada di lima wilayah disiapkan untuk menampung peserta dari berbagai daerah sebagai dukungan suksesnya PENAS.
“Bagi masing-masing OPD segera melakukan perencanaan terhadap proses APBD terutama program fisik yang akan dilaksanakan di 2026,” ungkapnya.
Dalam rangka menghadapi bulan suci Ramadhan 1447 H Sofyan diharapkan tidak akan menghadapi kenaikan inflasi, pemerintah daerah akan melakukan pasar murah dengan 1000 paket per kecamatan.
“Bahkan bagi OPD terkait, untuk merumuskan bersama pemindahan tempat bagi penjualan takjil selama Ramadhan demi lancarnya pelaksanaan sholat dan menghindari kemacetan di kawasan menara Limboto karena pelaku umkm Coffe Night Street akan buka setelah sholat tarawih ,” ujar Bupati.
Terakhir untuk Safari Ramadhan 1447 H Pemerintah Kabupaten Gorontalo Akan membagi Tim, masing-masing di dampingi Tiga OPD untuk sholat tarawih di Kecamatan
“Biasanya dirangkaikan dengan buka puasa bersama di masjid kecamatan, kali ini memastikan para pimpinan OPD dapat berbuka di rumah masing-masing.Langkah ini diambil karena momentum kebersamaan dengan keluarga terabaikan,” jelas Sofyan.















