BOLMONG RAYABOLMUTPENDIDIKANSULUT

Pemkab Boltara Dorong Peran Ayah Ambil Rapor Anak, ASN Diberi Dispensasi Waktu Kerja

×

Pemkab Boltara Dorong Peran Ayah Ambil Rapor Anak, ASN Diberi Dispensasi Waktu Kerja

Sebarkan artikel ini

BOLTARA,mediasulutgo.com — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) mendorong penguatan peran ayah dalam pendidikan anak melalui pelaksanaan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah. Kebijakan ini tertuang dalam pemberitahuan resmi Sekretariat Daerah Boltara tertanggal 16 Desember 2025 yang ditujukan kepada seluruh perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, hingga kepala sekolah se-Boltara.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) Yani Lasama melalui kabid KBKS Zulkifli Masuara mengatakan, Gerakan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional yang menekankan pentingnya keterlibatan figur ayah dalam tumbuh kembang dan pendidikan anak.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Kami menilai kehadiran ayah saat pengambilan rapor bukan sekadar simbolik, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kualitas keluarga serta memperkuat dukungan moral dan psikologis bagi anak dalam proses pendidikan.”ungkap Masuara

Melalui pemberitahuan tersebut, seluruh perangkat daerah, kecamatan, puskesmas, dan satuan pendidikan diminta untuk melaksanakan dan mendukung penuh gerakan dimaksud.

“Partisipasi aktif ayah, khususnya aparatur sipil negara, didorong dan difasilitasi agar dapat hadir langsung mengambil rapor anak di sekolah sesuai wilayah tugas masing-masing.”tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Boltara memberikan dispensasi keterlambatan masuk kerja bagi para ayah ASN yang mengikuti kegiatan pengambilan rapor anak, dengan ketentuan menyesuaikan aturan di masing-masing instansi atau kantor.

Kebijakan ini diharapkan tidak menjadi penghambat tugas kedinasan, sekaligus memberi ruang bagi ASN untuk menjalankan peran keluarga secara seimbang.

“Kami berharap gerakan ini dapat membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keterlibatan ayah dalam pendidikan, mempererat hubungan orang tua dan anak, serta menciptakan lingkungan keluarga yang lebih peduli terhadap masa depan generasi muda di daerah.”tutupnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *