BOALEMOHEADLINESHUKRIMPENDIDIKANPOLITIK

Arogansi Oknum Aleg Boalemo, Sekwil IPNU Tanggapi Wasek DPD II Partai Golkar Boalemo

BOALEMO, mediasulutgo.com Belum lama ini, Sekertaris DPD II Partai Golkar Bidang Hukum dan Ham Kabupaten Boalemo, Romin Muslim mengatakan tindakan mahasiswa PMII kepada Oknum Aleg, Lahmudin Hambali itu keliru sebagaimana yang diberitakan oleh salah satu media online.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi Gorontalo, Zulkifli Yusuf menyampaikan, Mahasiswa itu tugasnya mengkritik, harusnya jangan terlalu jauh mewarnai paradigma mahasiswa.

“Jika mahasiswa keliru didepan pemerintah, saya pikir itu hal yang biasa, tapi jika pemerintah yang keliru didepan mahasiswa, saya pikir itu yang tidak biasa,” Ujarnya.

Kifli juga menambahkan, Sebagai perwakilan rakyat hrusnya menjadi contoh, sebab mereka duduk di DPR adalah representatif rakyat. Sejarah pengusiran rakyat ini hanya terjadi di Boalemo, di usir dari rumah rakyat sendri.

“Harusnya mantan aktivis se level LH tda baperan dan emosian menanggapi masa aksi,” Ucap Kifli.

Tak hanya itu, dalam menanggapi pernyataan Romin Muslim di sosial media yang mengatakan “apalagi adik adik mahasiswa yang melakukan demo adalah mahasiswa dari PMII, PMII adalah organisasi sayap Nahdlatul Ulama, di NU itu ada prinsip Tabayyun, agar kehidupan ini tidak terlihat kaku, cobalah di Imani ilmu itu, pasti semua persoalan akan selesai dgn baik”.

Kifli menjelaskan, Tabayyun itu adalah demo yang menjadi ciri khas warga PMII. dan demo menjadi watak PMII sesuai historis dan makna namanya. huruf P dalam nama PMII yg artinya “Pergerakan” harus sejalan dengan defenisinya. Maka PMII secara sikap, perilaku, dan tindakan jelas orientasinya yaitu Bergerak.

Di tahun 1972 melalui deklarasi Murnajati di malang PMII telah menyatakan sikap Lepas dari Badan Otonom Nahdlatul Ulama (BANOM NU). Maka demo yg di lakukan oleh PMII sudah sesuai dengan makna namanya, melakukan tugas untuk bergerak pada hal-hal yang tidak berpihak pada rakyat.

Jadi Tabayyun yang dimaksud sudah sesuai dengan apa yg di lakukan oleh sahabat-sahabat PMII, dan mereka telah mengimani ilmu itu.

“Kita perlu belajar sejarah, dan jangan pernah libatkan NU pada persoalan mahasiswa dan oknum Anggota DPRD, terlebih lagi digunakan hanya untuk kepentingan pribadi,” Pungkasnya. (Kif)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button