ADVETORIALGORONTALOHEADLINESKAB. GORONTALO

Gelar Rapat Forkopimda, Nelson Bersama Jajaran Pemerintahan Kabgor Bahas Soal Ini

LIMBOTO, mediasulutgo.comBupati Gorontalo, Nelson Pomalingo bersama jajaran Pemerintahan Kabupaten Gorontalo (Kabgor) menggelar rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang rutin dilaksanakan tiap bulan. Pada rapat tersebut membahas beberapa hal, diantaranya tentang covid-19, Hari raya Iduladha, pemotongan hewan kurban, masalah HGU, serta peringatan hari Proklamasi.

Nelson mengungkapkan, dalam menanganan covid-19, pihaknya telah melakukan evaluasi serta strategi bagaimana meminimalisir penyebaran covid itu sendiri. Hal itu dilakukan karena mengingat juga setelah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), jumlah pasien covid-19 meningkat secara drastis, bahkan Gorontalo masuk dalam jajaran lima besar peningkatan pasien covid terbesar di Indonesia.

“Rapat Forkopimda ini rutin kita lakukan setiap bulan. Khusus bulan ini ada 5 hal yang kita bicarakan. Pertama itu soal covid, yang sudah kita tau bersama, setelah PSBB ini ternyata terjadi peningkatan. Oleh karena itu tadi kita evaluasi dan membuat langkah-langkah bagaimana mengatasi covid” ungkap Nelson usai rapat Forkopimda di Ruang Madani Kantor Bupati Gorontalo siang tadi. Kamis (23/07/2020).

Meski begitu, sebelumnya Pemerintah Pusat telah memberikan Dana Insentif Daerah (DID) kepada Kabupaten Gorontalo karena dinilai baik dalam penanganan covid-19, walaupun pada akhirnya jumlah pasien covid mengalami peningkatan.

“Apalagi kita mendapatkan dana insentif, dalam rangka pencegahan itu adalah sebagai penghargaan pusat terhadap keberhasilan proses pelaksanaan dan juga pelaporan. Walaupun terakhir ada peningkatan” kata Nelson

Kemudian tentang perayaan hari raya Iduladha, kata Nelson, harus dilakukan dengan baik, karena jika ada kelalaian dalam pelaksanaan Iduladha, maka tidak menutup kemungkinan, Kabgor akan ketambahan pasien baru lagi.

Nelson meminta agar masyarakat yang akan melaksanakan hari raya Iduladha agar dapat mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Mentri Agama, sambil pihaknya membuat aturan-aturan tambahan.

Perayaan Iduladha erat kaitannya dengan pemotongan hewan kurban. Olehnya pemotongan hewan kurban ini harus benar-benar dipehatikan oleh masyarakat, mulai dari tatacara sampai penyaluran hewan kurban itu sendiri.

“Pemotongan hewan kurban ini harus diatur tatacaranya. Apalagi kita termasuk daerah pandemi antraks dibeberapa tempat. Ini harus dapat kita kontrol, apalagi ditengah pandemi covid-19, jangan sampai antraks muncul lagi” terang Nelson.

Lebih lanjut kata Nelson, hal yang dibahas dalam rapat tersebut tentang persoalan lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang ada di Kabupaten Gorontalo. Bukan cuma HGU yang ada di Desa Dungaliyo, tetapi seluruh HGU di Kabgor. Mengingat juga di daerah tersebut banyak lahan HGU yang perlu diselamatkan demi kemaslahatan masyarakat Kabupaten Gorontalo.

“Kemudian soal lahan HGU. Bukan cuma yang di Dungaliyo, tetapi seluruh yang ada di Kabupaten Gorontalo. Ini harus kita selamatkan demi kemaslahatan masyarakat” tutur Nelson

Terakhir kata Nelson, bulan depan akan ada peringatan hari Proklamasi, maka pihaknya telah mengatur tatacara perayaan dengan mengedepankan penanganan covid-19.

“Bulan depan kita akan memperingati hari Proklamasi. Mengingat ini masa pandemi, maka kita akan atur tatacara perayaannya. Pertama dia lebih sederhana, dan arahnya lebih kepada kebersihan, kita akan lombakan juga. Momentum itu akan ditandai dengan penaggulangan covid” tutup Nelson. (Iyal)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button